LOTIM, Lomboktoday.co.id—Warga Sukamulia, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, menolak pemasangan jaringan listrik dengan menggunakan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), diantara Desa Dasan Lekong dan Desa Sukamulia, yang belum dipasangkan aliran listrik dari PLTU Jeranjang.

‘’Dua tower yang ada di Desa Dasan Lekong dan Sukamulia belum bisa dipasangankan jaringan, karena masih ada penolakan warga sekitarnya,’’ kata Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy dalam arahannya saat memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Lombok Timur di pendopo bupati Lotim, Selasa (05/3).

Sukiman Azmy mengatakan, gardu yang ada di Sukamulia itu sudah tidak ada masalah. Tinggal dihubungkan dengan titik SUTT yang belum dipasangkan jaringan. Jaringan yang ada di PLTU Jerangjang akan bisa terhubung, tapi dengan adanya penolakan itu, sehingga belum bisa digunakan. Selain itu, dengan penolakan itu, membuat petugas PLN yang memasang jaringan tidak bisa melanjutkan pekerjaannya.

‘’Kami minta pada Polres Lotim, Satpol PP dan Bakesbangpoldagri untuk membantu menyelesaikan permasalahan penolakan pemasangan jaringan listrik di dua titik itu. Warga yang menolak hanya beberapa saja, tapi dampaknya cukup besar kalau dibiarkan terus,’’ ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Lotim, Hj Siti Rohmi Djalillah mengatakan, permasalahan yang kecil jangan disepelekan. Karena, hal itu akan menjadi masalah yang besar kalau dibiarkan terus. Jadi, ia berharap pada Pemkab bersama pihak PLN untuk menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan pendekatan persuasif. Memberikan pemahaman dan pengertian pada masyarakat dengan adanya jaringan itu. Dengan cara seperti itu, masyarakat akan menerima dengan baik, dan tidak melalukan penolakan lagi. Lebih-lebih yang akan menerima manfaatnya, adalah masyarakat itu sendiri.

‘’Bila perlu, pihak dari Unram yang mengerti mengenai masalah radiasi didatangkan, untuk memberikan penjelasan, apakah dengan berdirinya jaringan itu, berbahaya ataukah tidak kepada masyarakat,’’ tegasnya.(sr)