LOTIM, Lomboktoday.co.id – Bupati Lombok Timur, HM Ali BD telah membentuk tim pembubaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Selaparang. Dimana, tim tersebut diketahui langsung oleh Sekda Lombok Timur, H Rahman Farly, Wakil Ketua dijabat oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra, HM Aminullah, dan Sekretaris dijabat oleh Kabag Ekonomi, Ahmad Darmawan.

‘’Memang kami akui kalau pak bupati telah membentuk tim pembubaran PD Pasar Selaparang,’’ kata Kabag Ekonomi Setdakab Lombok Timur, Ahmad Darmawan kepada wartawan di kantornya, Senin (23/6).

Ahmad Darmawan mengatakan, rencana pembubaran PD Pasar Selaparang itu, sehingga bupati Lotim sampai membentuk tim pembubaran, tentunya tidak terlepas dari hasil pemeriksaan audit khusus yang dilakukan oleh Inspektorat terhadap keberadaan PD tersebut.

Pembentukan tim itu dilakukan pada 30 April 2014 lalu. Dan tim melakukan rapat pada 21 Juni 2014, dengan fokus melihat keberadaan atau aktivitas PD Pasar Selaparang tersebut. Namun tidak ada aktivitas yang dilihat. Padahal, pendirian perusahaan daerah itu berdasarkan Perda No.14 tahun 2013 tentang pendirian PD Pasar Selaparang.

‘’Tim masih merumuskan tindaklanjut dari kinerja PD Pasar Selaparang. Untuk bisa dibubarkan atau ditinjau ulang keberadaan PD Pasar Selaparang, harus diajukan ke DPRD Lotim, karena terbentuknya perusahaan itu ada perda yang mengaturnya,’’ ungkapnya.

Darmawan menjelaskan, tim akan melakukan pertemuan lanjutan lagi pada Rabu (25/6) mendatang, dengan mengundang jajaran direksi untuk mengetahui situasi terkini agar bisa mengkaji lebih detail.

‘’Kita telah membuat dan akan segera mengusulkan Raperda pembubaran atau peleburan terhadap keberadaan PD Pasar Selaparang tersebut. Karena, untuk membubarkan PD Pasar Selaparang itu, harus dicabut terlebih dahulu Perda yang mengaturnya,’’ ujarnya.

Di tempat terpisah, Direktur Utama PD Pasar Selaparang, Hamzani saat dikonfirmasi sudah mengetahui terkait pembentukan tim pembubaran PD Pasar Selaparang yang dilakukan Bupati Lotim, HM Ali BD. ‘’Kami hanya sifatnya menerima saja, apakah perusahaan ini dibubarkan atau tidak,’’ katanya.(SR)