Bupati Lotim, HM Ali BD. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Bupati Lotim, HM Ali BD. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Bupati Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan belum merespon keinginan dari masyarakat Sembalun, Lombok Timur, yang ingin memperjuangkan lahan yang dikuasi PT Sembalun Kusuma Emas (SKE) untuk dijadikan sebagai tanah adat.

‘’Saya belum respon atau tanggapi keinginan masyarakat Sembalun terhadap tanah adat,’’ kata Bupati Lotim, HM Ali BD kepada wartawan di kantor Bakesbangpoldagri Lotim usai acara silaturrahmi bersama koalisi LSM Lotim, Sabtu (14/11).

Ali BD mengaku telah menerima surat dari tiga lembaga adat yang ada di Sembalun. Mereka semua menginginkan agar lahan yang dikuasi PT SKE itu untuk dijadikan sebagai tanah adat, sebagaimana yang diinginkan oleh masyarakat. Tapi, dengan banyaknya lembaga adat yang mengajukan permohonan tersebut, tentu kedepannya akan bermasalah bila apa yang diinginkan tiga lembaga adat itu disetujui. Karena, tidak menutup kemungkinan akan terjadi benturan diantara mereka, meski tujuannya sama.

‘’Saya inginkan ketiga lembaga adat itu harus musyawarah mengenai masalah yang mereka perjuangkan, dan membaur menjadi satu sehingga arah tujuannya menjadi jelas. Kalau satu diantara tiga lembaga adat itu yang saya respon keinginannya, maka akan menjadi masalah bagi dua lembaga adat yang lainnya,’’ ungkapnya.(SR)