LOTIM, Lomboktoday.co.id—Pemkab Lotim akan tetap memberlakukan pantai Pink yang berada di kawasan Tanjung Ringgit, Kecamatan Jerowaru, Lotim, dibuka untuk umum. Meski salah satu lokasi pariwisata di kawasan Lotim bagian Selatan itu, akan dikelola oleh investor asal Swedia, yakni Eco Solution Lombok (ESL).

Luas kawasan yang akan dikelola investor asal Swedia ini, mencapai seluas 200 hektar, yang ramah lingkungan, dan tidak akan merusak lingkungan yang ada di sekitar kawasan itu. ‘’Kawasan pantai Pink itu tidak boleh ditutup oleh investor Swedia sesuai dengan rekomendasi Pak Bupati, HM Sukiman Azmy, melainkan tetap diberikan keleluasaan untuk masyarakat umum dalam mengunjunginya,’’ kata Assisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Setdakab Lotim, HM Aminullah, kepada wartawan, di kantornya, Kamis (27/12).

Mantan Kadis Perikanan dan Kelautan (DKP) Lotim ini menjelaskan, investor dipersilakan untuk melakukan penataan kawasan wisata yang ada di Tanjung Ringgit, sesuai dengan komitmen awal yang telah disepakati bersama. Dengan cacatan, jangan dilarang masyarakat umum untuk menikmati keindahan pantai Pink, yang sudah terkenal melalui dunia maya. Sehingga, hal ini yang harus diperhatikan oleh investor tersebut, agar nantinya tidak menjadi permasalahan dikemudian hari. ‘’Bupati tidak memberikan ijin kalau investor dari Swedia itu menutup pantai  Pink, apapun alasannya,’’ ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lotim, H Gufranuddin mengatakan, investor asal Swedia itu akan mulai melakukan pembangunan fisik pada Januari 2013 mendatang, dengan melakukan penataan lahan, base camp dan jalan setapak dengan tetap pada komitmen awal menggunakan ramah lingkungan. ‘’Saat ini investor asal Swedia telah menyempurnakan masterplan yang ada, sedangkan yang masih ditunggu yakni ijin usaha jasa pengelolaan pariwisata alam,’’ kata Gufranuddin.(sr)