SERBU PAPAN PENGUMUMAN: Nampak para tenaga Honda K2 melihat pengumuman hasil verifikasi BKN pusat di kantor BKD dan Diklat Lotim.

SERBU PAPAN PENGUMUMAN: Nampak para tenaga Honda K2 melihat pengumuman hasil verifikasi BKN pusat di kantor BKD dan Diklat Lotim.

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Dari 1.862 orang nama tenaga honorer daerah yang masuk dalam kategori K2 yang diajukan ke Badan Kepegawaian Nasional di Jakarta, setidaknya yang keluar namanya sesuai hasil verifikasi baru 1.179 orang. Berarti, ada sekitar 683 nama yang masih tertahan alias belum keluar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKD dan Diklat) Lotim, Hj Bq Miftahul Wasly didampingi Kabidnya, M Zaidar Rahman membenarkan bila terdapat 683 nama Honda K2 yang belum keluar dari BKN pusat. Hal ini yang ia pertanyakan ke pusat, apa alasan sehingga 683 nama Honda K2 itu belum dikeluarkan. ‘’Kami telah mengajukan data semuanya ke pusat sesuai jumlah yang ada untuk diverifikasi di pusat,’’ katanya.

Miftahul Wasly menjelaskan, dengan belum keluarnya 683 nama K2 itu, tentu membuat Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy segera mengambil sikap. Setidaknya, orang nomor satu di Bumi Patuh Karya itu langsung melayangkan surat ke BKN pusat mempertanyakan kejelasan mengenai 683 nama Honda K2 yang belum dikeluarkan.

Menurut Miftahul Wasly, masih ada kesempatan untuk melakukan uji publik sampai 16 April 2013 mendatang. Setelah itu, baru pihaknya mengolah data sesuai hasil uji publik tersebut. Selanjutnya pada 4-8 Mei 2013, data hasil uji publik itu diserahkan ke BKN pusat, dan dari 9-15 Mei 2013 dikembalikan ke kabupaten. Setelah semua selesai, yang keluar namanya itu melengkapi syarat yang telah ditentukan BKN pusat. Mengingat ada proses yang harus dilakukan, yakni seleksi kompetensi dasar dan bidang lainnya oleh pihak yang melakukan test dari pusat bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM).

‘’Dari hasil uji publik nanti, tidak menutup kemungkinan nama-nama yang sudah keluar akan dicoret, karena ditemukan masalah,’’ ungkapnya.

Mengenai masalah tenaga Honda yang masuk kategori K1, sudah tuntas semua dan langsung menerima SK pengangkatan menjadi PNS. Sementara yang masih sedang berjalan saat ini yakni tenaga Honda K2, yang aturannya sangat berbeda dengan K1. Kalau K2, meski telah lulus verifikasi di pusat, ada tahapan lagi yang harus dilakukan yakni mengikuti test yang sangat ketat. Dan jadual test untuk K2, masih belum ditentukan oleh pusat, sehingga pihaknya sampai saat ini masih menunggu.

‘’Jika dalam tes nanti tenaga Honda K2 tidak lulus, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur, karena tidak ada istilah perangkingan. Untuk itu, saya minta kepada semua K2 yang telah keluar namanya untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti tahapan selanjutnya.(sr)