LOTIM, Lomboktoday.co.id—Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Timur meminta kepada semua partai politik peserta Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang untuk betul-betul memperhatikan nomor urut caleg perempuan. Apalagi dengan adanya peraturan KPU mengenai quota caleg perempuan harus 30 persen di setiap parpol yang ada.

‘’Parpol harus perhatian nomor urut caleg perempuan, karena aturannya sudah jelas,’’ kata Ketua KPU Kabupaten Lotim, M Khairul Anwar kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (04/4).

Khairul Anwar mengatakan, penempatan nomor urut caleg perempuan sangat penting, dimulai dari nomor urut 3 kemudian kelipatan angka tiga dan seterusnya. Karena, masalah keterwakilan perempuan dalam pencalegan, tidak hanya berbicara masalah qouta sebesar 30 persen. Tapi, penetapan nomor urut juga harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Sebab, jika nanti tidak sesuai perhitungan nomor urut caleg perempuan yang diajukan parpol, maka bisa menjadi masalah. Sementara dalam penentuan nomor urut, dilakukan dengan cara profesional terbuka, dalam artian mana caleg yang paling banyak suaranya, dialah yang berhak untuk duduk menjadi DPRD. Bukan ditentukan berdasarkan atas suara parpol.

‘’Memang, masalah nomor urut masalah kecil, tapi janganlah disepelekan masalah yang kecil itu, karena nanti akan menjadi besar. quota 30 persen harus ada pada setiap dapilnya seperti halnya Dapil I Lotim terdapat 11 kursi, maka harus ada empat orang caleg perempuan yang akan duduk menjadi anggota DPRD Lotim di Dapil 1,’’ ungkapnya.

Khairul Anwar menjelaskan, untuk proses mulai Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) Pileg 2014 dilakukan dari 9-22 April 2013 mendatang. Kemudian KPU nanti melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen dari masing-masing caleg yang diajukan oleh parpol. ‘’Kalau ada parpol yang tidak memenuhi quota 30 persen perempuan untuk caleg, maka kami terpaksa mencoretnya, karena aturan yang berbicara masalah itu,’’ ujarnya.(sr)