RAKOR: Suasana rapat koordinasi kesiapan penilaian tahap ketiga dari tim Adipura di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Senin (22/4).

RAKOR: Suasana rapat koordinasi kesiapan penilaian tahap ketiga dari tim Adipura di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Senin (22/4).

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Setelah dua tahun berurut-urut gagal meraih tropy Adipura dan hanya mendapatkan sertifikat Adipura, tahun 2013 ini Pemerintah Kota Mataram bertekat merebut Tropy Adipura. ‘’Tahun ini, Tropy Adipura harus kita dapatkan,’’ tegas Wakil Walikota Mataram, H Mohan Roliskana saat memimpin rapat koordinasi kesiapan penilaian tahap ketiga dari tim Adipura di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Senin (22/4).

Untuk mewujudkan itu, kata Mohan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya dan usaha. Lebih-lebih Kota Mataram merupakan satu-satunya daerah di NTB yang masuk kategori kota sedang serta dinyatakan lolos dan berpeluang diverifikasi. Bahkan, untuk meraih tropy Adipura, Kota Mataram hanya ketinggalan poin yang sangat tipis.

‘’Poin Kota Mataram sebesar 74,09, sementara nilai yang harus dipenuhi untuk mendapatkan tropy sebesar 75 dan 76 poin. Artinya, Kita sangat berpeluang, tinggal kita memaksimalkan upaya yang sudah dilakukan,’’ kata Mohan di hadapan semua kepala SKPD, camat dan lurah, para kepala pasar serta kepala lingkungan yang menjadi lokasi pantau Adipura.

Sebagai bentuk komitmen, Mohan menyatakan, dalam tiga hingga empat hari kedepan, dirinya menyiapkan diri untuk memasang sepatu ket dan siap turun lapangan ke titik-titik pantau penilai Adipura untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang menjadi kendala perolehan poin yang kurang maksimal.

Didampingi Assisten II Setda Kota Mataram, H Efendi Eko Saswito dan Kepala Badan Lingkungan Hidup, M Saleh, Wakil Walikota Mataram, Mohan Roliskana menjelaskan, dari beberapa titik pantau, hanya beberapa aspek saja yang harus diinterfensi untuk mendapatkan nilai besar. Diantaranya, pasar yang memiliki bobot point 9 persen. ‘’Alhamdulillah, dari hasil pantau II, pasar di Kota Mataram sudah memiliki bobot poin rata-rata 70 ke atas, kecuali Kebon Roek, sehingga ini harus menjadi perhatian,’’ ingatnya kepada kepala Diskoperindag dan para kepala pasar.

Begitu juga kondisi jalan, secara keseluruhan sudah memiliki nilai rata-rata di atas 70 persen. Tinggal Jalan Catur Warga dan Jalan TGH Faisal yang harus mendapatkan perhatian serius. Selain itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, juga memiliki bobot nilai tinggi yakni 9 persen. Karena itu, masukan dari tim pada saat melakukan pemantauan ke dua yakni semua sampah harus ditutup dengan tanah, segera dapat dilaksanakan secara optimal. Terakhir titik pantau sekolah yang juga dapat menyumbang poin tinggi yakni 8 persen, dan nilai semua sekolah yang menjadi titik pantau sudah cukup bangus yakni rata-rata 75 persen. ‘’Tinggal SMPN 1 dan SMAN 7 yang nilainya perlu ditingkatkan lagi, karena berada di bawah rata-rata,’’ ungkapnya.

Untuk mencapai target Tropy Adipura itu, Mohan berharap agar semua SKPD, camat dan lurah serta masyarakat dapat bekerjasama saling bahu membahu. Untuk menangani sampah pasar, Mohan juga berharap agar tim relawan pasar yang telah dibentuk, dapat diajak untuk kembali meningkatkan konsistensinya.

‘’Dengan demikian, apa yang menjadi harapan kita semua dapat teralisasi. Dan tim pemantau Adipura, kemungkinan saat ini sudah mulai bekerja hingga akhir bulan April ini,’’ ujarnya.(ar)