LOTENG, Lomboktoday.co.id—Puluhan kader Partai Gerindra mendatangi kantor DPC Partai Gerindra Lombok Tengah sekitar pukul 11.00 Wita, Sabtu (27/4). Kedatangan mereka untuk mendapatkan klarifikasi atas ketidaklulusannya sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) tahun 2014 mendatang.

Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Batukliang Utara, Munawarudin mengatakan, kebijakan yang dilakukan oleh DPC Partai Gerindra Loteng, seolah-olah tidak transparan kepada pengurus.

‘’Kami minta supaya pengurus Partai Gerindra dihargai dan dihormati, karena kami sudah lama berjuang untuk membesarkan Partai Gerindar di Lombok Tengah. Kenapa kami yang sudah lama menjadi pengurus di Partai Gerindra tidak diluluskan sebagai bakal calon legislatif (bacaleg), sedangkan orang yang baru bergabung bersama Partai Gerindra, justeru itu yang diluluskan dalam pencalegan. Menurut saya, itu merupakan kebijakan yang keliru yang dilakukan oleh DPC Partai Gerindra Loteng,’’ katanya kepada wartawan di Praya, Sabtu (27/4).

Kader Partai Gerindra lainnya, Jamdi melihat adanya kejanggalan di dalam melakukan verifikasi bacaleg oleh DPC Partai Gerindra Loteng. Pihaknya sangat tidak setuju dengan adanya permainan di dalam tubuh DPC Partai Gerindra Loteng, yang lebih mementingkan keluarga, financial, teman. Mestinya, harus mementingkan organisasi, yakni pengurus.

‘’Kami tidak setuju kalau para pengurus Partai Gerindra banyak yang tidak diluluskan sebagai bacaleg, sementara orang yang baru masuk, kok malah diluluskan. Saya ingat apa yang disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada pelatihan di Hambalang, Januari 2013 lalu, yakni syarat pencalegan itu adalah kader partai yang lulusan Hambalang. Tapi, apa yang terjadi sekarang, banyak kader yang baru masuk, kok itu bisa lulus, padahal mereka tidak pernah ikut pelatihan di Hambalang,’’ katanya.

Pihaknya menilai DPC Partai Gerindra Loteng tidak becus dalam mengurus partai, dan terkesan Partai Gerindra ini dijadikan sebagai partai tender. Untuk itu, pihaknya menutut agar DPC Partai Gerindra Loteng mencabut kembali Daftar Calon Sementara (DCS) bacaleg di KPU Loteng. Jika DCS itu tidak bisa dicabut, maka para pengurus yang duduk di DPC Partai Gerindra Loteng harus mundur dari kepengurusan.

‘’Apabila tuntutan kami ini tidak dipenuhi, maka kami akan datang lagi dengan jumah massa Partai Gerindra yang lebih besar lagi,’’ ungkapnya.

Sekretaris DPC Partai Grindra Loteng, Ijim Pratam yang menerima kedatangan para kader Partai Gerindra itu mengatakan, pihanknya sudah mengajukan semua kader yang mencalonkan diri ke DPD Partai Gerindra NTB. Bahkan, pihaknya meminta supaya para pengurus untuk mendaftarkan diri sebagai bacaleg. Tapi, hasil ini merupakan kebijakan DPD Partai Gerindra NTB. Jadi, bila ada yang merasa keberatan, dipersilakan untuk mengajukan keberatan ke DPD Partai Gerindra NTB supaya bias diteruskan ke DPP Partai Gerindra, sehingga masalah ini bisa diselesaikan.(ros)