MEMAR: Baiturrahman (9 tahun) mengalami luka memar dan bengkak di mulut bagian atas akibat terkena lemparan batu bata oleh oknum gurunya.

MEMAR: Baiturrahman (9 tahun) mengalami luka memar dan bengkak di mulut bagian atas akibat terkena lemparan batu bata oleh oknum gurunya.

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Apes nasib seorang oknum guru di salah satu Sekolah Dasar di Tanjung Karang, Kota Mataram. Ia diamankan pihak Polsek Ampenan lantaran diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap muridnya yang masih duduk di kelas dua.

Korban yang diketahui bernama Baiturrahman (9 tahun) itu mengalami luka memar dan bengkak di mulut bagian atas akibat terkena lemparan batu bata yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.

Kepala Lingkungan Batu Ringgit, Ampenan, HM Yusuf yang mendengar laporan dari keluarga korban, langsung mendatangi sekolah korban dan menemui kepala sekolahnya untuk meminta keterangan tentang kronologis kejadiannya. Namun, pihak sekolah tidak mengakui tentang kejadian tersebut dan sedikit menghindar. Warga juga sempat emosi karena tidak ada pihak sekolah yang mengantar korban pulang dan menjelaskan tentang kejadiannya. ‘’Untuk langkah pengamanan, makanya kita laporkan ke polisi,’’ kata Yusuf.

Sementara itu, oknum guru yang diketahui bernama Wayan Guna Wisata membantah bila dirinya telah melakukan pelemparan secara sengaja terhadap muridnya. Saat itu, ia hanya ingin membuang batu bata yang berserakan di halaman sekolah. Tapi, saat ia melempar batu bata tersebut, secara bersamaan pula anak muridnya itu lari kea rah batu bata yang dilemparkan itu, sehingga mengenai mulut anak muridnya itu. ‘’Saya juga langsung membawanya ke UKS untuk diobati,’’ ungkap Wayan.

Sejauh ini, aparat kepolisian melalui Kapolsek Ampenan, Kompol Kurnianto mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. ‘’Kejadiannya baru saja, makanya kita masih melakukan pemekrisaan,’’ ungkapnya saat ditemui Lomboktoday.co.id di kantornya, Kamis (02/5).(ags)