Pelajar SMA di Lotim diciduk polisi. Ilustrasi/Lomboktoday.co.id

Pelajar SMA di Lotim diciduk polisi. Ilustrasi/Lomboktoday.co.id

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Oknum siswa SMA di Lotim, Ab (19 tahun), warga Dusuh Toroh Tengah, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lotim, diciduk aparat kepolisian Polres Lotim, Minggu kemarin (02/6), lantaran diduga telah melakukan tindakan amoral dengan mencabuli oknum siswi SMP di Lotim, Hr (15 tahun), warga Paok Pampang, Kecamatan Labuhan Haji. Kini pelaku tengah meringkuk di ruang sel tahanan Mapolres Lotim untuk proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Yuyan Priatmaja saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya mengamankan pelaku pencabulan yang masih berstatus pelajar SMA di Lotim. Begitu pula korban pencabulan, juga masih berstatus pelajar SMP yang berada di bawah umur. ‘’Pelaku pencabulan kami amankan di Mapolres Lotim. Dari keterangan pelaku, ia sudah melakukan beberapa kali dengan korban, baik di rumah temannya dan kawasan Rambang,’’ kata Yuyan.

Yuyan menuturkan, terungkapnya kasus pencabulan siswi SMP itu, tidak terlepas dari keberatan orang tua korban bersama keluarganya atas beredarnya vidio syur yang menimpa korban. Sehingga, hal itu menjadi dasar pihak keluarga melaporkan pelaku ke Polres Lotim agar segera ditindaklanjuti, lebih-lebih pihak keluarga tak terima atas apa yang menimpa korban.

‘’Kami pun mencari pelaku dan berhasil menemukan di rumahnya. Kemudian langsung kami gelandang pelaku ke Mapolres Lotim, dan kasusnya ditangani oleh Unit PPA Reskrim Polres Lotim lantaran korban masih berada di bawah umur. Sayangnya, korban sampai saat ini masih belum bisa diajak bicara, mengingat kondisinya masih shock dan trauma atas apa yang tengah menimpanya,’’ ungkapnya.

Kasus ini, lanjut Yuyan, sebenarnya terjadi pada April lalu, sebelum melaksanakan Ujian Nasional (UN), tapi baru beberapa waktu lalu dilaporkan. Meski demikian, pihaknya penyidik Polres Lotim akan terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini. Apalagi korbannya masih berada di bawah umur dan berstatus siswi SMP, yang tentu masa depannya menjadi suram dengan adanya kasus ini. Dalam kasus ini, pelaku diancam UU perlindungan anak Pasal 81-82 tentang pencabulan di bawah umur dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara.(sr)