LOTIM, Lomboktoday.co.id—Pelaku perekaman video syur oknum pelajar SMP dan SMA di wilayah Rambang, Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, Lotim, yang terjadi pada April lalu, sampai saat ini masih buron. Meski begitu, aparat kepolisian dari jajaran Polres Lotim akan terus mengejarnya hingga tertangkap.

Adapun pelaku utama perekaman video syur oknum pelajar itu, dilakukan oleh Budi dan Rus, warga Lepak, Kecamatan Sakra Timur, bersama empat orang teman lainnya. Dan satu orang diantaranya sudah berhasil ditangkap. Hanya saja, pelaku utama bersama yang lainnya melarikan diri ke luar daerah.

Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Yuyan Priatmaja saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya belum berhasil menangkap pelaku utama yang melakukan perekaman terhadap beredarnya video syur di tengah-tengah masyarakat Lotim. Dimana, orang yang melakukan adegan syur itu masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Namun begitu, pihaknya melakukan pendekatan dengan pihak keluarga pelaku maupun kadus dan pemerintah desa setempat untuk membantu membujuk pelaku lainnya agar segera menyerahkan diri ke aparat kepolisian guna mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya.

‘’Kondisi korban (si perempuan, Red) yang ada dalam video syur itu, kini dalam keadaan shock dan tidak mau berbicara dengan siapapun. Terlebih lagi, statusnya seorang pelajar SMP dan masih di bawah umur, membuat dirinya malu untuk keluar rumah,’’ katanya.

Tapi cepat atau lambat, kata Yuyan, pihaknya optimis bisa meringkus semua pelaku yang kini masih menjadi buronan. Yang penting, pihaknya diberitahu lokasi persembunyian pelaku.

Di tempat terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, Iswan Rachmadi meminta aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku perekaman video mesum oknum pelajar sesuai dengan hukum yang berlaku. Apalagi yang ada dalam adegan syur itu adalah oknum pelajar, yang tentunya sangat disayangkan hal ini terjadi.

‘’Semua yang terlibat dalam video syur oknum pelajar itu harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Dan saya mengimbau kepada orang tua untuk memperingatkan anaknya agar tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,’’ katanya.(sr)