Bentrok di UMI, 1 mahasiswa tewas

Sindonews.com – Aksi tawuran kembali terjadi di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali terjadi. Kali ini tawuran menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Muhammad Ibrahim Rauf, mahasiswa angkatan 2008 jurusan Teknik Elektro UMI, tewas karena ditikam badik oleh salah satu kelompok mahasiswa yang terlibat tawuran. Mahasiswa semester akhir ini tewas akibat tusukan di bagian kanan perut. Belum diketahui pasti penyebab tawuran berdarah ini.

Pembantu Rektor III UMI Achmad Gani menjelaskan, sesaat sebelum bentrokan, terjadi selisih paham antara seorang mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dan seorang seniornya saat waktu istirahat.

“Ada senior menegur adik angkatannya karena mengenakan baju yang menunjukkan identitas jurusan dan angkatan. Mahasiswa yunior ini tersinggung, tapi masalah ini sudah kelar di tingkat pimpinan jurusan,” ujar Achmad Gani menjelaskan di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar, Kamis 20 September 2012.

Meski masalah ini sudah dianggap selesai, lanjut Acmad Gani, namun tak lama berselang salah satu kelompok mahasiswa yang diduga datang dari arah gedung Jurusan Teknik Mesin kembali mendatangi korban.

“Saat itulah pelaku langsung menikam korban. Suasana langsung kacau karena rekan korban langsung mengejar. Tapi pelaku bersama rekannya kabur saat itu juga,” tuturnya.

Pengejaran kemudian menjadi bentrokan hingga perusakan terjadi. Tiga laboratorium rusak, di antaranya gedung Laboratorium Jalan Raya dan Transportasi, Laboratorium Hidrolila Sipil dan Laboratorium Mesin Listrik.

Tak ketinggalan puluhan sepeda motor yang parkir di depan laboratorium juga dijatuhkan dan dirusak. Salah satu dosen yang berusaha menghalang-halangi bahkan diancam dengan menggunakan busur panah.

Kurang lebih 10 menit aksi tawuran terjadi. Di tengah tawuran ini, Ibrahim yang juga diketahui sebagai pengurus organisasi Teknik Mahasiswa Pencinta Alam dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina di seberang jalan, depan kampus UMI, Jalan Urip Sumiharjo, Makassar.

Namun sayang, nyawa mahasiswa asal Palopo itu tak tertolong lagi. Sekitar pukul 16.40 WITA kemudian, Ibrahim yang dilarikan di Ruang Gawat Darurat menghembuskan napas terakhirnya akibat luka tusukan itu.

Ratusan rekan yang melarikan Ibrahim ke RS Ibnu Sina langsung berteriak histeris. Sebagian bahkan kembali ke kampus untuk melakukan aksi balasan. Namun niat mereka keburu dihadang oleh aparat kepolisian yang tiba di lokasi tak lama setelah kejadian berlangsung.

Usai tawuran mereda, polisi langsung melakukan penggeledahan di dalam gedung-gedung di jurusan Teknik Sipil khususnya dalam laboratorium yang dirusak. Ditemukan masing-masing sebilah badik, keris berikut sarungnya, dua sarung belati, parang dan 15 anak panah.

Sementara itu, jenazah korban Ibrahim kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Rencananya, jenazah mahasiswa bernasib nahas ini selanjutnya akan dipulangkan ke kampung halamannya di Palopo.

Masih menurut Acmad Gani, untuk mengantisipasi aksi lanjutan, pihak kampus memutuskan untuk meliburkan mahasiswa. Pihaknya juga meminta agar kepolisian segera mencari dan menemukan pelaku penikaman.

“Sudah pasti pelaku kami pecat. Rekan-rekan pelaku juga terancam pemecatan. Pokoknya kami serahkan semuanya ke polisi dengan dukungan dari kami sepenuhnya,” ujar Acmad Gani sembari menyesali peristiwa ini.

Hingga pukul 20.00 WITA, suasana di kampus UMI masih terlihat mencekam. Puluhan aparat keamanan dari Polrestabes Makassar dan Polsek Panakkukang disiagakan dan terlihat berjaga-jaga di kampus tersebut. Beberapa kerumunan mahasiswa yang masih beraktivitas terpaksa dipulangkan, demi mencegah peristiwa yang tidak diinginkan.

Kirim Komentar

Leave a Reply