Bersiap terima panggilan ke SEA Games

Lomboktoday.co.id – Ni Putu Desi mempertahankan tradisi emas bagi kontingen Sumatera Selatan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di nomor lompat galah. Pada PON XVI/2004 di Palembang dan PON XVII/2008 di Kalimantan Timur, Desi selalu menyumbangkan emas bagi Sumsel.

Desi meraih emas setelah melakukan lompatan setinggi 3.60 meter. Dia mengungguli atlet Kalimantan Timur Sundari dan Emrina dari Sumatera Barat yang hanya mampu melakukan lompatan setinggi 3.40 meter.

Namun, meski mampu melakukan lompatan yang sama, tetapi lantaran Sundari berhasil melakukan lompatan lebih banyak dalam percobaannya, maka dia berhak memperoleh medali perak. Sementara Emrina harus puas dengan medali perunggu.

Atas prestasinya itu Desi mengatakan dirinya sangat senang bisa kembali menyumbangkan emas untuk Sumsel. Sebab, sebelumnya dia hanya menargetkan mencapai lompatan 3.10 meter di PON 2012 ini. Sehingga dia hanya membawa galah yang lompatan maksimalnya hanya setinggi 3.60 meter. Sehingga, jika dipaksakan untuk melakukan lompatan lebih dari itu dia yakin tidak mungkin bisa, karena galah akan melentur.

Lompatan 3.60 meter yang dihasilkan Desi bukanlah pencapaian terbaiknya. Pada PON XVII, dia berhasil melakukan lompatan setinggi 3.80 meter. Sedangkan pada PON XVI , Desi membukukukan lompatan setinggi 3.50 meter.

“Tentunya senang dengan pencapaian ini. Sebetulnya semua atlet kita sudah berjuang secara maksimal untuk mencapai hasil terbaik. Namun, keberuntungan yang belum bersama mereka. Lompatan ini sudah raihan maksimal bagi saya,” katanya.

Untuk ke depan, dia menyebutkan akan terus melakukan program latihan guna mempersiapkan diri jika mendapat panggilan dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) menghadapi SEA Games 2013. “Ke depan terus berusaha lebih baik dan jika memang mendapatkan panggilan dari PB PASI untuk ke SEA Games saya siap,” ujarnya.

Menurut atlet yang satu-satunya menyumbangkan medali emas bagi Sumsel di cabor atletik pada PON 2012, setelah ini dia akan terus berlatih dan berbenah dari segala kekurangannya. “Untuk itu saya akan terus berlatih, demi pencapaian hasil yang lebih baik. Karena mungkin kesempatan saya tidak banyak lagi mengingat usia yang sudah tidak muda lagi,” ujarnya.

Selain di nomor lumpat galah, Istri pemain basket Andre Nicolas Siregar itu sempat mencoba peruntungan dinomor lumpat jauh dan kompat jangkit. Namun meski berhasil masuk Pelatihan Nasional (Pelatnas) di tahun 1999 lalu ini, tetapi selalu gagal berprestasi, maka terpaksa dia harus dipulangkan dan membuat dirinya memilih fokus untuk menekuni cabor spesialisasinya lompat galah.

Selain itu, putri pertama dari tiga bersaudara anak pasangan I Wayan Konten dan Ni Ketut Tiasi ini
menginginkan anaknya, Vannisa Renata Siregar juga menjadi atlet. Meskipun, sebenarnya dia tidak ada darah atlet, namun karena terinspirasi dengan olahragawan di negeri ini. ”Maunya demikian, di olahraga perorangan karena untuk saat ini, itu yang yang lebih menjanjikan. Tetapi, itu pun terserah anaknya kelak,” paparnya.

Selama karir, Desi meraih emas di SEA Games 2001, perunggu Kejuaraan Asia 2002, dan tiga emas pada PON 2004. Dia juga merebut emas di Asia Indoor 2007, serta emas di PON 2008 dan 2012. Selain itu, perunggu SEA Games 2009.

Kirim Komentar

Leave a Reply