IGC kesulitan selidiki korupsi FIFA

Lomboktoday.co.id – Ketua Komite Independen Tata Kelola FIFA (IGC) Mark Pieth yang bertanggung jawab menyelidiki kasus korupsi ditubuh FIFA mengaku masih mendapatkan banyak resitensi atau pertentangan. Ia juga mengaku pertentangan di dalam tubuh badan sepakbola dunia tersebut dapat berpotensi menimbulkan perpecahan.

”Kami mengenalkan sistem peradilan independen yang baru, tetap saja saya merasa mereka harus melihat ke belakang. Mereka memiliki ‘tulang belulang’ di lemari, itu benar, ” Mark Pieth, kepada bbcsport, Jumat (21/9/2012).

Menurut Pieth jika perbedaan di dalam FIFA tidak dapat dipersatukan, maka dia khawatir sepakbola terancam seperti tinju yang memiliki banyak badan organisasi. ”Dimana Anda bisa mendapatkan empat juara dunia pada akhirnya,” sambungnya.

Hasilnya, Ketua FIFA Sepp Blatter mengenalkan dua komisi etik yang salah satunya dikepalai oleh mantan jaksa Mahkamah Kriminal Internasional Luis Moreno Ocampo. Ini untuk meningkatkan efisiensi dan reputasi FIFA.

Tetapi Pieth meyakini masih banyak hal yang harus dilakukan, meski banyak resistensi yang timbul. “Ada sejumlah, biasanya orang yang lebih tua, yang tidak sepakat pada sistem peradilan yang baru ini berlangsung,” kata Pieth.

Komite Etik FIFA sebelumnya gagal mengumpulkan bukti yang cukup untuk menyidangkan tuduhan pembelian suara dalam kontes perebutan tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia 2018 dan 2022.

Kirim Komentar

Leave a Reply