Telkomsel resmi ajukan kasasi vonis pailit

Lomboktoday.co.id – PT Telekomunikasi Seluler Tbk (Telkomsel) mendaftarkan permohonan kasasi sebagai perlawanan hukum terhadap putusan pailit di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2012).

Kuasa hukum Telkomsel Ricardo Simanjuntak mengatakan, pihaknya melakukan kasasi ke Pengadilan Niaga karena tak puas dengan putusan hakim bahwa Telkomsel dinyatakan pailit,” ujarnya usai menyampaikan kasasi.

Menurut Ricardo, salah satu pertimbangan mengajukan kasasi adalah karena pihaknya menganggap majelis hakim hanya melihat perkara dari satu sisi sehingga saksi fakta yang ada di dalam persidangan tidak dipertimbangkan. Bahkan, lanjut dia, ada saksi ahli yang dia kutip berbeda dengan yang dia katakana.

Lebih dari itu, Ricardo juga mengatakan bahwa ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa hakim tidak melakukan pemeriksaan secara hati-hati. Bahkan terlihat tidak mandiri sehingga hak melakukan kasasi harus ditempuh.

“Pengadilan harus melihat perkara ini sebagai suatu hal yang harus didudukkan dalam posisi yang benar. Apalagi ini kan Pengadilan Niaga. Pengadilan Niaga hanya bisa memeriksa perkara-perkara yang sudah tidak sengketa lagi,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, PT Prima Jaya Informatika tidak memenuhi target penjualan produk Kartu Prima. Alasan itu menjadi latar belakang Telkomsel tidak memenuhi pesanan Kartu Prima.

Bagi Ricardo, dalam kontrak perjanjian antara Telkomsel dan Prima Jaya Informatika pada 1 Juni 2011 sampai dengan 1 Juni 2013, Prima Jaya Informatika harus mampu memenuhi target yaitu menjual sebanyak 120 juta voucher isi ulang dan 10 juta kartu perdana bergambar atlit Indonesia setiap tahunnya.

Namun, tutur dia, pada kenyataannya Prima Jaya Informatika hanya mampu menjual produk Telkomsel sebanyak 524.000 voucher isi ulang dan kartu perdana.

Dia melanjutkan bahwa pada 9 Mei 2012 Prima Jaya Informatika mengajukan pemesanan voucher kepada Telkomsel. Pemesanan tersebut lalu disetujui Telkomsel, tapi tidak ada pembayaran yang dilakukan oleh Prima Jaya Informatika.

Sementara Prima Jaya Informatika pada 20-21 Juni 2012 kembali mengajukan pemesanan, sehingga Telkomsel menolak pemesanan tersebut karena pesanan pada Mei belum ada pembayaran. “Nah, ini yang membuat Telkomsel rugi,” tegas Ricardo.

Kirim Komentar

Leave a Reply