Jamaah Tersesat di Madinah

MADINAH, Lomboktoday.co.id—Hingga hari ke-14 sejak kedatangan kloter pertama di Madinah atau Kamis (4/10), sebanyak 1.395 jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya. Mereka ada yang ditemukan oleh petugas Misi Haji Indonesia setelah dua hari tersesat dan tidur di emperan masjid. Ada juga yang kebingungan dan terus berputar-putar. Banyak pula yang tersesat hingga jauh ke luar kawasan Masjid Nabawi dan ditemukan oleh warga Arab Saudi atau polisi. Jamaah ini kemudian diantarkan oleh sang penemu ke kantor Misi Haji Indonesia.

Ny Yatmini (50), warga Bener, Salatiga, yang tergabung dalam Kloter SOC 29, misalnya, ditemukan tengah menangis oleh petugas Misi Haji Indonesia selepas Shalat Jumat (5/10) di dekat toko Pakistan. Awalnya, Yatmini mengaku mencari suaminya setelah jumatan di Nabawi. Karena tempat shalat untuk laki-laki dan perempuan terpisah agak jauh dan halaman masjid penuh sesak jamaah ketika bubaran, dia pun kebingungan. Yatmini baru sadar tersesat saat melihat gedung-gedung di sekitarnya berbeda dengan yang dilihatnya saban hari selama di Nabawi. Makin dia berjalan, bertambah jauh dia tersesat. Karena bingung dan ketakutan, dia berhenti, lalu menangis. Tangisannya menarik perhatian banyak orang yang tengah berlalu-lalang, termasuk petugas Misi Haji Indonesia yang kebetulan berada di sekitar kawasan tersebut.

‘’Yatmini menangis. Agak lama juga kami menenangkannya sebelum bersedia kami antar ke kantor Misi Haji,’’ kata Bagus Kurniawan, salah satu petugas Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah.

Lebih lagi nasib Adis (78). Kakek itu tersesat. Saat ditemukan, dia tidak mengenakan gelang penanda, kartu identitas, dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Setiap kali ditanya nama, tempat menginap, dan daerah asal, dia selalu menjawab ‘Urosati, Kampar’. Beruntung di kerah baju batik seragam haji yang dikenakannya terdapat tulisan ‘Adis’. Saat ditanya apakah dia Adis, sang kakek mengangguk. Petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pun lantas mencari data Adis dan kloternya di database haji. Barulah urusan beres.

Suharto (63), jamaah asal Boyolali yang menetap di Kabupaten Metro, Lampung, tersesat lebih dari satu kilometer di luar Nabawi. Saat ditemukan oleh petugas Misi Haji pada Kamis (4/10) malam selepas shalat Isya, dia bahkan tidak mengenakan alas kaki. ‘’Kalau ke masjid, saya lewat seperti terowongan. Tapi saya tidak hafal nama hotel yang saya tinggali,’’ kata Suharto kepada petugas.

Untungnya, kantor Misi Haji Indonesia memiliki data lengkap nama jamaah dan hotel tempat menginap, sehingga ketika ada jamaah yang tersesat bisa segera dikembalikan ke rombongan.

Sekretaris Misi Haji Indonesia Daker Madinah, Sofwan Abdul Djani, menjelaskan, jamaah yang terpisah dari rombongan ini umumnya sudah berusia lanjut. Sofwan berharap, para jamaah meningkatkan kesetiakawanan dan solidaritas, terutama terhadap jamaah lansia. ‘’Jamaah lansia ini harus didukung, dibantu, jangan malah ditinggal dengan alasan lamban,’’ kata Sofwan.(mch)

Kirim Komentar

Leave a Reply