Joki Hajar Aswad Dibekuk Petugas Keamanan

MAKKAH, Lomboktoday.co.id—Kian mendekati puncak musim haji, aksi kejahatan pun semakin menjadi-jadi. Seorang warga Indonesia harus berurusan dengan petugas keamanan. Setelah tertangkap menjadi penyedia jasa (joki) pencium Hajar Aswad.

Joki Hajar Aswad itu bernama Burhanuddin, 35 tahun. Lelaki asal Banjar, Jawa Barat tersebut tak dapat mengelak ditangkap petugas. Setelah terbukti berusaha memaksa korbannya.

Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Makkah, Letkol Jaitul Muchlis Basyir membenarkan adanya pengangkapan seorang joki Hajar Aswad. Pelaku diduga pemain lama yang kerap beroperasi setiap musim haji.

‘’Ini pelaku kambuhan. Aksinya selalu terulang pada musim haji. Petugas pun telah membidik pelaku lainnya,’’ kata Jaitul Muchlis Basyir di kantor Pos Khusus Masjidil Haram, Makkah, Jumat (5/10).

Dia menerangkan aksi joki mencium Hajar Aswad ini sudah sangat meresahkan jamaah. Pasalnya, pelaku kerap memaksa sejumlah uang kepada korbannya. Dengan nominal yang sangat tidak wajar.

Dalam aksinya, kataa dia, pelaku kerap berpura-pura sebagai jamaah haji. Kemudian coba mendekati korban yang memang bernafsu mencium Hajar Aswad. Sambil menjelaskan berbagai kisah-kisah setelah mencium Hajar Aswad.

‘’Prinsipnya, pelaku membujuk korban untuk menggunakan jasanya. Tentu segala cara dilakukan, termasuk memaksa korban,’’ ungkapnya.

Jika korban sudah tergiur, sambung Jaitul, pelaku langsung membawa korba mendekati Hajar Aswad. Segala upaya dilakukan pelaku untuk menerobos kerumunan jamaah haji lainnya. Agar sampai ke depan Hajar Aswad.

Jaitul menambahkan, tindakan joki itu membuat suasana pelaksanaan ibadah di sekitar Masjidil Haram terganggu. Terutama bagi jamaah lain yang sedang melakukan tawaf. Tak jarang pelaku melakukan kekerasan bagi jamaah lainnya.

‘’Joki mencium Hajar Aswad ini sudah lama dikeluhkan jamaah. Bukan hanya aksinya yang menggangu jamaah lain. Tapi juga tindakannya yang sangat tidak pantas,’’ terangnya.

Ditanya uang jasa joki itu, Jaitul menyebutkan, uang yang diminta joki bervariasi. Antara 300 –500 real untuk setiap orang yang menggunakan jasanya. Nilai itu lebih sering memaksa korban. Bahkan, tak jarang yang meminta uang lebih besar lagi.

Dia meyakini pelaku tidaklah sendirian. Karena dalam aksinya tak jarang pelaku mendapat dukungan dari teman lainnya. Sehingga dapat dipastikan joki ini sudah menjadi komplotan di Masjidil Haram. ‘’Kami telah mengidentifikasi pelaku lainnya. Mereka bekerja komplotan dalam beraksi,’’ imbuhnya.

Meski demikian, dia mengaku cukup kesulitan memproses perkaranya. Pasalnya pelaku tidka memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Tidak memiliki kewenangan memperkarakan kasusnya. Apalagi, lanjut dia proses perkara bagi warga Indonesia yang tak memiliki dokumen lengkap lebih banyak menelan biaya. Bahkan berbelit prosesnya di Arab Saudi. ‘’Terpaksa kami lepaskan saja. Serta meminta pelaku tidak mengulanginya lagi,’’ ujarnya.

Terkait kasus ini, dia meminta jamaah haji Indonesia tidak tergiur jasa joki mencium Hajar Aswad. Jamaah lebih baik berusaha sendiri untuk mencium Hajar Aswad. Lebih baik pula tidak memaksakan diri.(mch)

Kirim Komentar

Leave a Reply