Kemendag Amankan 120 Ton Lebih Besi Beton Tanpa SNI

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Sebanyak 120 ton lebih besi beton yang tidak sesuai standar SNI berhasil diamankan tim Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB dan Polda NTB, saat sidak (inspeksi mendadak), Jumat (19/10).

Besi beton ‘baja tulangan besi beton’ (BjTB) sebanyak 120 ton lebih itu diamankan di salah satu toko bangunan yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Praya, Lombok Tengah. Sebagai bukti bahwa besi beton dengan berbagai ukuran tersebut diamankan, pihak petugas langsung memasang garis pengamanan (PPNS line) di seluruh rangkaian besi beton tersebut.

Selain mengamankan baja tulangan besi beton (BjTB),  tim yang dipimpin Kasub Direktorat Pengawasan Barang dan Jasa Produk Hasil Industri dan Pertambangan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Bambang Hendiswara, juga mengamanakan puluhan peralatan rumah tangga di sejumlah supermarket dan toko di Kota Mataram, seperti kompor gas, rice cooker/magic com, peralatan instalasi listrik,  kabel listrik yang tidak memenuhi standar SNI serta tidak memiliki alamat servis jelas dan tidak tertera kode dan alamat produksi.

‘’Untuk besi beton yang kita amankan di Praya ini akan kita proses lebih lanjut. Jadi, selama masa proses itu, besi beton tersebut tidak boleh dijual, karena besi beton itu tidak untuk konstruksi bangunan,’’ kata Bambang didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag NTB, Hj Ulayati Ali.

Guna memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen dan pengamanan pasar dalam negeri, Kemendag bersama Disperindag NTB melakukan pengawasan barang beredar terhadap produk non pangan, baik secara berkala maupun secara langsung.

‘’Baja tulangan besi beton (BjTB) yang diamankan di salah satu toko bangunan di Praya yakni merek H.S dan tanpa merek dengan pelanggaran tidak ada penandaan SNI. Untuk temuan barang yang diamakan di sejumlah supermarket dan toko di Kota Mataram seperti kabel NYM dengan pelanggaran ketidaksesuaian penandaan yang diisyaraktkan SNI kabel, diantaranya adalah tidak ada keterangan merek, tidak ada penandaan SNI, NPB atau NRP, serta tidak ada keterangan nama dan alamat importer atau produsen,’’ ungkapnya.

Sedangkan produk elektronik, yakni dispenser, blender, mixer, rice cooker/magic com dan kompor gas dua tungku yang kesemuanya merek PNL dengan pelanggaran tidak mencaumkan alamat servis center sekurang-kurangnya di enam kota di Indonesia. Dengan demikian, produk yang tidak memenuhi ketentuan itu sudah diamakan dan dibuat berita acara penitipan barang bukti kepada pelaku usaha agar tidak dijual. Kemudian nanti akan dilakukan uji laboratorium dan akan dilakukan klarifikasi kepada pelaku usaha oleh PPNS Disperindag NTB.(lk)

Kirim Komentar

Leave a Reply