Pariwisata Loteng Dibagi Tiga Zona

LOTENG, Lomboktoday.co.id—Lombok Tengah (Loteng) sekarang memiliki RTRW yang ditetapkan melalui Perda No.7 Tahun 2012. Oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Loteng, Perda tersebut ditindaklanjuti dengan Ripda (Rencana Induk Pariwisata Daerah).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Loteng, HL Putria mengatakan, pembangunan pariwisata Lombok Tengah (Loteng) ke depan, dibagi menjadi tiga zona. Yakni Zona Utara, Zona Tengah dan Zona Selatan.

Untuk Zona Utara, pihaknya akan mengembangkan Agrowisata dan Ekowisata. Karena di tempat ini, terdapat potensi alam air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu. Juga terdapat desa budaya yakni Desa Mas-Mas, serta terdapat taman pemdandian Aik Bukak.

Selain itu, pihaknya juga akan membuka tracking ke Gunung Rinjani. Akan membuat taman safari Aik Berik. Di eks kebon kopi PT Kenanga seluas 350 hektar itu, akan dibangun villa dan penginapan serta akan dibuat meeting room berskala internasional. Sungai Lantan yang airnya cukup deras itu, akan dijadikan arum jeram.

‘’Kita juga mempunyai HKM seluas 2.500 hektar lebih, ini akan kita jadikan lokasi untuk menanam buah-buahan guna mendukung pariwisata, seperti Durian, Manggis, Pisang, dan lain sebagainya. Semuanya ini sudah masuk dalam perencanaan, tinggal kita action saja,’’ kata HL Putria kepada Lomboktoday.co.id, di Loteng.

Sedangkan di Zona Tengah, kata Putria, akan dijadikan sentra industry pariwisata handycraft dan sebagai tempat pusat pentas budaya dan kuliner. Dengan dua bendungan besar, yakni DAM Batujai dan DAM Pengga ini, akan dijadikan sebagai lokasi pariwisata dengan membangun hotel transit, lapangan golf, wisata kuliner, wisata budaya, dan lain sebagainya.

‘’Kita juga mempunyai desa kerajinan tenun Sukarara, dan desa budaya Sade, kemudian kerajinan ketak di Beleka dan Janapria. Kerajinan gerabah di Penujak, kerajinan perak di Ungga dan Ranggagate, kerajinan bambu di Kopang, ada kerajinan Batu Aji. Ini kita dorong semua desa itu menjadi one village dan one produk sesuai dengan potensi desa masing-masing,’’ ungkapnya.

Sementara Zona Selatan yang menjadi daya tarik utama pariwisata Loteng, dimana Loteng memiliki garis pantai sepanjang 99 km, terkenal dengan pasirnya yang sangat indah, ombak yang besar menggulung bisa sebagai tempat surfing, diving, swimming, dan lain sebagainya. Pasirnya, jelas Putria, memiliki karakter yang sangat unik. Ada yang berpasir halus seperti tepung, dan ada yang berpasir besar seperti biji merica.

Di Zona Selatan ini, pihaknya akan membagi lagi menjadi tiga Stage, yakni Stage Timur, Stage Tengah dan Stage Barat. Untuk Stage Timur, mulai dari Ujung Kelor, Awang, Bumbang, Tunak, Sereneng. Di lokasi ini, selain pariwisata, juga akan dikembangkan Marine. Di Awang, tempat budidaya mutiara, tempat pembenihan ikan kerapu, udang, dan keramba kerapu. Di Stage Timur ini, juga akan dibuat Pelabuhan Ikan Nusantara. Sehingga untuk SDM-nya akan dibangun SMK Kelautan, yang bertempat di Awang.

Stage Tengah, mulai dari Gerupuk, Tanjung Aan, Meresek, Serenting, Benjon, Seger, sampai ke Kuta, akan dijadikan Resort Mandalika Kuta, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang saat ini ditangani oleh pihak BTDC.

Sedangkan Stage Barat, mulai dari Prabu, Are Guling, Tebuak, Mawun, Lancing, Tampah, Munah, Cemeti, Rowok, Selong Belanak, Serangan, sampai ke Torok Aik Beleq. Di tempat ini, karakter pasirnya sangat unik dan alamnya sangat indah, serta ombaknya sangat besar, sehingga banyak diminati oleh para selancar untuk surfing.  ‘’Ke depan, kita akan terus melakukan promosi pariwisata dengan melibatkan semua stake holder,’’ ungkapnya.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply