Kota Tua Ampenan Dikunjungi Peserta Arung Sejarah Bahari

KOTA TUA AMPENAN : Suasana Kota Tua Ampenan saat dikunjungi peserta Arung Sejarah Bahari VII. Foto: Humas Kota Mataram

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Sebanyak 50 orang mahasiswa Jurusan Sejarah dari sejumlah Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta serta Sekolah Kedinasan melakukan kunjungan ke Kota Tua Ampenan, Selasa (27/11).

Kunjungan para mahasiswa disertai sejumlah rombongan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta para Ahli Sejarah ini dalam rangka Arung Sejarah Bahari VII yang merupakan program rutin dari Subdit Sejarah Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, sejak 26-30 Nopember ini, diagendakan akan mengunjungi sejumlah lokasi di Pulau Lombok, seperti Kota Tua Ampenan, Taman Narmada-Lombok Barat, Taman Biota Laut Sekotong-Lombok Barat, dan Labuhan Haji-Lombok Timur.

Kasubdit Sejarah Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Amorwani menjelaskan, tujuan kegiatan ini dihajatkan untuk menumbuhkembangkan karakter dan semangat kebaharian, khususnya di kalangan generasi muda.

Jadi, dengan kegiatan ini, pihaknya berharap setidaknya para mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang peradaban bahari dan potensi kelautan dalam peningkatan sumber daya ekonomi.

Ia menjelaskan, Indonesia terkenal sebagai Negara Bahari dengan garis pantai terpanjang di dunia, serta keanekaragaman hayati dan biota laut, menjadikan Indonesia menjadi salah satu Negara pemasok hasil laut ke sejumlah Negara di dunia.

Selain itu, sejarah masa lalu Indonesia sangat terkenal dengan armada laut yang cukup disegani di dunia. Sehingga banyak para pelaut Indonesia yang mampu menjelajah hingga ke penjuru dunia.

Sementara itu, Walikota Mataram H Ahyar Abduh dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kota Mataram, HL Makmur Said menjelaskan, Kota Tua Ampenan memiliki sejarah yang tidak lekang oleh waktu. Keberadaan pelabuhan Ampenan sebagai pintu masuk orang dan barang dari dan ke Pulau Lombok, serta menjadi perlintasan perdagangan wilayah Timur Indonesia pada saat itu, menjadikan Pelabuhan Ampenan kini menyimpan banyak kenangan.

Karena itu, Pemerintah Kota Mataram berupaya maksimal untuk merevitalisasi Kota Tua Ampenan ini. Karena, selain menjadi destinasi pariwisata unggulan, tapi juga menjadi warisan budaya yang akan tetap dikenang sepanjang masa.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply