Pedagang Terompet Dadakan Mulai Bermunculan

DADAKAN: Pedagang terompet musiman kini sudah bermunculan di Kota Mataram. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Kendati perayaan pergantian malam Tahun Baru 2013 masih tinggal 11 hari lagi, namun para pedagang terompet dadakan sudah mulai meramaikan sejumlah sisi jalan di Kota Mataram. Karena mereka berharap dapat meraup sedikit keuntungan dari momen yang datang setahun sekali ini.

‘’Kalau saya sih mendrop terompet kepada teman-teman pedagang terompet di Mataram dan kepada pedagang terompet lainnya yang ada di Kabupaten Lotim, Loteng, dan Lombok Barat,’’ kata pengusaha dan pengerajin terompet, Supri (37 tahun), saat ditemui Lomboktoday.co.id di seberang jalan depan Rumah Sakit Risa Mataram, Rabu (19/12).

Warga Wonogiri, Jawa Tengah ini mengatakan, pihaknya berangkat dari Jawa ke Mataram, Lombok, membawa terompet setengah jadi sebanyak 50 ribu biji terompet pada 1 Desember lalu, dengan menggunakan mobil Fuso bersama 9 orang pengusaha dan pengerajin terompet lainnya. Ia tiba di Mataram pada 3 Desember, kemudian langsung merakit terompet setengah jadi tersebut.

‘’Karena ini sifatnya musiman, jadi saya datang sekali setahun ke Mataram. Saat ini, saat mengontrak rumah di wilayah Pajang bersama istri dan teman-teman. Yang membantu saya merakit terompet adalah istri saya sendiri, Sularni, dan beberapa orang lagi yakni Hartono, Suranto, Sumarno, Triwono dan Supriani,’’ ungkapnya.

Bapak dua putra dan dua putri ini menjelaskan, orang-orang tempat ia mendrop terompet ini merupakan langganan dari sejak dulu. Karena memang ia sudah mulai masuk Mataram, Lombok ini dari sejak 2010 lalu hingga saat ini, untuk membawa terompet ini.

Masing-masing orang, lanjutnya, ia mendrop terompet dengan jumlah yang bervariasi, sesuai permintaan mereka. Yakni ada yang minta mulai dari senilai Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta lebih. Jika stok beberapa jenis terompet mereka sudah mulai kehabisan, maka otomatis mereka akan minta didrop lagi.

Sedangkan mengenai harga terompet, bervariasi juga. Untuk terompet ukuran kecil, harganya mulai dari Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per biji. Terompet ukuran besar, harganya mulai dari Rp 10 ribu hingga 15 ribu per biji, dan untuk terompet ukuran paling besar, seharga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per biji.

‘’Momen Hari Raya Natal dan pergantian Tahun Baru ini, memang merupakan momen peluang yang bagus untuk meraih keuntungan dari hasil penjualan terompet ini,’’ ujarnya sembari mengatakan bila dirinya akan pulang ke Jawa pada 1 Januari 2013 mendatang.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply