Siswa SMKN 3 Mataram Ciptakan Empat Mesin

Kepala SMKN 3 Mataram, H Umar. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Keahlian siswa-siswi SMAN 3 Mataram dalam menciptakan sebuah mesin, tidak kalah jauh beda dengan siswa-siswi di beberapa SMK di Pulau Jawa. Buktinya, siswa-siswi Jurusan Mesin dan Jurusan Las dibantu oleh para guru mereka, pada tahun 2012 ini berhasil menciptakan empat jenis, yakni mesin pink jagung, mesin pemotong kulit sapi basah, mesin pemotong kulit sapi kering, dan mesin pembuat abon.

‘’Keempat jenis mesin ini merupakan permintaan dari Bakorluh Propinsi NTB untuk keperluan praktikum para UMKM binaan mereka dalam mengolah produk. Bakorluh minta kepada kami (SMKN 3 Mataram, Red) untuk dibuatkan masing-masing mesin sebanyak satu unit, yakni satu unit mesin pink jagung, satu unit mesin pemotong kulit sapi basah, satu unit mesin pemotong kulit sapi kering, dan satu unit mesin pembuat abon,’’ kata Kepala SMKN 3 Mataram, H Umar, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (19/12).

Umar mengatakan, mesin pink jagung yang harganya Rp 15 juta itu, akan diajukan hak patennya. Sehingga, produk pink jagung tersebut nanti bisa dipasarkan, bukan hanya di pasar tradisional semata, tapi juga ke pasar-pasar modern, baik itu ke supermarket-supermarket maupun ke mall. ‘’Cara kerja menggunakan mesin pink jagung ini adalah, kita memasukkan tiga biji jagung ke dalam satu tempat, dan nanti akan keluar satu pink jagung. Mesin pink jagung ini mampu bekerja memproduksi pink jagung sebanyak 2 kwintal per jam,’’ ungkapnya.

Begitu pula dengan mesin pemotong kulit sapi basah dan mesin pemotong kulit sapi kering. Kedua mesin tersebut sudah diujicobakan oleh para siswa maupun oleh pihak Bakorluh NTB. Mesin pemotong kulit sapi basah seharga Rp 12 juta itu, mampu bekerja sebanyak 50 ekor per jam. ‘’Kalau untuk mesin pemotong kulit sapi kering yang harganya Rp 11 juta ini, kita bisa menggunakannya untuk memotong kulit sapi yang besar ketebalannya bisa mencapai maksimal 1 cm,’’ ujarnya.

Sedangkan untuk mesin pembuat abon, jelas Umar, harganya sangat murah, yakni berkisar antara Rp4-5 juta. Kapasitasnya pun tergantung dari kebutuhan. Pihaknya berencana, bila keempat jenis mesin yang telah diciptakan oleh para siswa-siswi Jurusan Mesin dan Las bersama guru-guru mereka ini bisa berjalan lancar, maka kedepan pihaknya akan meminta para siswa-siswi tersebut untuk menciptakan beberapa unit mesin dengan jenis yang sama. Tentunya, hal tersebut bisa terwujud bila ada anggarannya.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply