Penerimaan Negara dari Sektor ESDM Capai Rp415,20 T

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wajik. Dok/Lomboktoday.co.id

JAKARTA, Lomboktoday.co.id—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wajik mengatakan, tahun 2012 ini, sektor ESDM mencatatkan perkiraan realisasi penerimaan Negara sebesar Rp415,20 triliun. Angka ini mencapai 103 persen dari target penerimaan pada APBN-P tahun 2012 sebesar Rp404,68 triliun. Sedangkan dibandingkan dengan realisasi 2011 lalu sebesar Rp387,97 triliun, angka tersebut mencapai 107 persen.

Sehingga, kata Menteri Jero Wacik, sektor ESDM masih menjadi penggerak utama roda perekonomian nasional. Baik sebagai sumber penerimaan negara, pembangunan daerah, investasi, subsidi, energi dan bahan baku domestik, serta efek berantai, termasuk menciptakan lapangan kerja, yang secara tidak langsung akan memperbaiki HDI (Human Development Index).

‘’Sub sektor migas masih menjadi penyumbang terbesar yaitu sebesar Rp289 triliun (104 persen dari target APBN-P). Berikutnya adalah sub sektor pertambangan umum sebesar Rp123,59 triliun (98 persen terhadap target APBN-P), sub sektor panas bumi sebesar Rp0,74 triliun (212 persen dari target APBN-P) dan lainnya Rp1,87 triliun (235 persen dari target APBN-P),’’ kata Jero Wacik saat menggelar jumpa pers terkait Kinerja Sektor ESDM Tahun 2012, di kantornya, Rabu (26/12).

Jero Wacik menjelaskan, sektor ESDM juga memberikan peran dalam menarik investasi. Pada 2012, perkiraan realisasi investasi mencapai 28,34 miliar US$. Sub sektor migas juga menjadi pennggerak investasi terbesar dengan nilai sebesar 18,21 miliar US$. Berikutnya sub sektor ketenagalistrikan sebesar 5,62 miliar US$, minerba sebesar 4,20 miliar US$ dan EBT sebesar 0,31 miliar US$.

Sementara itu, penerimaan sub sektor migas disumbang oleh produksi minyak mentah dan gas bumi. Pada 2012, perkiraan realisasi produksi minyak mentah sebesar 860 ribu barel per day (bpd) atau 92 persen dibanding target sebesar 930 bpd. Sedangkan proyeksi realisasi produksi gas bumi sebesar 8.196 MMSCFD atau 92 persen dari target.

Pada APBN-P 2012, proyeksi harga minyak mentah (ICP) sebesar 105 US$/barel. Dalam perkembangannya, harga minyak mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada Maret 2012 lalu, mencapai sebesar 128 US$/barel. Namun, pada Juni 2012 turun menjadi sekitar 99,08 US$/barel. Sehingga, harga rata-rata ICP selama Januari hingga 24 Desember 2012, sebesar 112,7 US$/barel. Dan, pada 2013 mendatang, diproyeksikan sebesar 100 US$/barel.(ar/esdm)

1 Komentar

  1. NaumjfyyThursday, 21 March 2013 at 01:46Reply

    Belanda non – profit Mars Satu berniat untuk menjadi yang pertama untuk bisa mendapatkan orang ke Mars dan membangun peradaban . Menurut rencana , acara ini akan terjadi di 2023 , yaitu, untuk beberapa tahun lebih cepat dibandingkan peserta lain dari “Race Mars ” – AS , China dan Rusia .

    semua orang berpikir tentang masalah ini? # notraty

Leave a Reply