Sambut Hujan, Warga Tanam Padi Bulu

KLU, Lomboktoday.co.id—Sehari penuh diguyur hujan, terasa panas matahari bertahun-tahun terhapus sudah. Pepatah tersebut tepat untuk menghibur diri ketika rindu akan turunnya hujan, terutama bagi para petani khususnya di wilayah Dusun Pegadungan, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan.

Dusun Pegadungan dengan warganya yang rata-rata bekerja sebagai petani ladang tadah hujan, kini sudah memulai menanami ladang mereka dengan benih tanaman yang jauh sebelumnya disimpan untuk disemai ketika hujan pertama turun. Biasanya benih- benih padi itu, sengaja disimpan di sebuah tempat, yang sering disebut Sambi.

Sambi merupakan sebuah bangunan dengan tiang berjumlah empat di setiap sudutnya. Bagian atasnya terdapat ruangan untuk menyimpan benih padi. Cukup menjamnin keamanan benih padi dari serangan predator tikus. Padi yang sudah disemai, barulah dihamparkan di atas ladang. Bagian sisi ladang, biasanya dibuat parait sederhana. Tujuannya, untuk dapat menampung air hujan. Sementara di tengah ladang, ditutupi jerami.

Cara bercocok tanam warga Dusun Pegadungan itu, menurut mereka adalah warisan turun-temurun dari orang terdahulu mereka. Selain itu, cara mereka untuk dalam memberikan pupuk, tidak menggunakan Pestisida Kimia, melainkan cukup dengan dedaunan dan kotoran ternak.

‘’Benih padi yang ditanam, bukan benih padi yang biasa dibeli di toko, melainkan benih padi bulu. Karena, tantangan yang sering dihadapi adalah babi hutan dan tikus,’’ ungkap seorang petani tadah hujan asal Dusun Pegadungan, Riwalis (47 tahun) kepada Lomboktoday.co.id di rumahnya, Kamis (27/12).(die)

Kirim Komentar

Leave a Reply