Realisasi KUR Capai Rp1,012 T

Kepala Dinas Koperasi UMKM NTB, H Moh Rusdi. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di NTB, selama Januari-Oktober 2012 mencapai Rp1.012.014.692.384 (dibulatkan Rp1,012 triliun lebih), yang dialokasikan kepada 53.399 debitur. Angka ini meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai Rp506.270.649.659 (dibulatkan Rp506,270 miliar lebih), kepada 42.743 debitur.

Kepala Dinas Koperasi UMKM NTB, H Moh Rusdi mengatakan, lembaga perbankan yang menyalurkan dana KUR di daerah ini, sebanyak tujuh bank. Diantaranya; Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, dan Bank NTB.

‘’Perbankan yang terbanyak menyalurkan dana KUR kepada UMKM adalah Bank BRI, yakni mencapai Rp754.203.664.434 kepada 50.735 debitur (74,52 persen). Kemudian disusul Bank NTB sebesar Rp96,246 miliar kepada 1.354 debitur (9,51 persen),’’ kata Rusdi, saat jumpa pers terkait Refleksi Pemberdayaan Koperasi UMKM dan Program Tahun 2013, di kantor Diskop UMKM NTB, Jumat (28/12).

Untuk Bank BNI, kata Rusdi, berhasil menyalurkan dana KUR sebesar Rp75.098.667.174 kepada 447 debitur (7,42 persen), Bank BTN sebesar Rp33.913.500.000 kepada 178 debitur (3,35 persen), Bank Mandiri sebesar Rp22,140 miliar kepada 55 debitur (2,19 persen). Sedangkan Bank Syariah Mandiri, berhasil menyalurkan dana KUR sebesar Rp17.862.560.776 kepada 588 debitur (1,77 persen), dan Bank Bukopin menyalurkan dana KUR sebesar Rp12.550.300.000 kepada 42 debitur (1,24 persen).

Rusdi menjelaskan, dari jumlah dana KUR yang terealisasi pada Januari hingga Oktober 2012 ini, didominasi oleh sektor perdagangan, restoran dan hotel, yakni mencapai Rp761.287.171.591, yang dialokasikan kepada 37.786 debitur (77,78 persen). Kemudian disusul oleh sektor pertanian, perburuan dan sarana pertanian mencapai Rp113.248.861.793, yang dialokasikan kepada 7.179 debitur (14,78 persen).

Selanjutnya adalah sektor lain-lain mencapai Rp73.965.500.000 kepada 4.493 debitur (9,25 persen), sektor jasa dunia usaha mencapai Rp34.481.864.500 kepada 1.775 debitur (3,65 persen), sektor perindustrian mencapai Rp16.380.900.000 kepada 1.267 debitur (2,61 persen).

Sedangkan jasa sosial, hanya mencapai Rp7.084.412.500, yang dialokasikan kepada 625 debitur (1,29 persen). Untuk sektor pengangkutan, pergudangan dan komunikasi, mencapai Rp5,393 miliar yang diberikan kepada 264 debitur (0,54 persen). Sektor listrik, gas dan air, mencapai Rp 110 juta kepada lima debitur, serta sektor petambangan Rp 63 juta kepada lima debitur (0,01 persen).

‘’Semakin meningkatnya jumlah dana KUR yang terealisasi tahun ini, menandakan pihak perbankan sudah semakin percaya kepada para calon debitur untuk menikmati dan memanfaatkan dana KUR tersebut untuk dijadikan sebagai perkuatan modal usaha mereka. Jika melihat perkembangan realisasi KUR tahun ini yang sangat bagus, saya yakin bahwa realisasi penyaluran KUR tahun depan akan semakin meningkat, lebih-lebih dengan semakin bertambahnya jumlah UMKM di daerah kita ini,’’ ungkapnya.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply