Asset Koperasi Capai Rp1,398 T

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Sepanjang tahun 2012, jumlah asset koperasi mencapai Rp1,398 triliun lebih (22,12 persen). Angka ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dari jumlah asset koperasi untuk dua tahun sebelumnya, mulai dari 2010 dan 2011. Dimana, pada 2010 lalu, jumlah asset koperasi mencapai Rp1,025 triliun lebih (12,37 persen), dan 2011 mencapai Rp1,144 triliun lebih (11,64 persen).

Kepala Dinas Koperasi UMKM NTB, H Moh Rusdi mengatakan, asset koperasi tahun 2012 sebesar Rp 1,398 triliun itu, berasal dari 3.683 unit jumlah koperasi se-NTB (4,87 persen), dengan total anggota mencapai 658.422 orang (4,80 persen). Dari 3.683 unit koperasi tersebut, terdapat modal sendiri sebesar Rp594,647 miliar (30,41 persen) dan modal luar sebesar Rp 803,581 miliar (16,64 persen).

‘’Dari segi jumlah anggota koperasi, dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Tahun 2010 lalu, jumlah anggota sebanyak 610.698 orang (3,07 persen), bertambah pada tahun 2011 menjadi 628.284 orang (2,88 persen). Begitu juga dengan modal, dimana untuk modal sendiri pada tahun 2010 sebesar Rp400,398 miliar (10,48 persen), meningkat pada 2011 menjadi Rp455,972 miliar (13,88 persen). sedangkan modal luar pada tahun 2010 sebesar Rp625,113 miliar (13,62 persen) dan tahun 2011 sebesar Rp688,944 miliar (10,21 persen),’’ kata Rusdi kepada wartawan saat jumpa pers terkait Refleksi Pemberdayaan Koperasi UMKM dan Program Tahun 2013, di kantor Diskop UMKM NTB, Jumat (28/12).

Rusdi menjelaskan, untuk volume usaha dari 3.683 unit koperasi tersebut, mencapai Rp1,453 triliun lebih (4,94 persen). Angka ini juga mengalami peningkatan dari dua tahun sebelumnya, yakni 2010 mencapai Rp1,329 triliun lebih (31,51 persen), tahun 2011 mencapai Rp1,385 triliun lebih (4,18 persen).

Sedangkan sisa hasil usaha (SHU), lanjut Rusdi, dari 3.683 unit koperasi tahun 2012, diperoleh SHU sebesar Rp56,639 miliar (23,92 persen). Jumlah SHU ini juga terjadi peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Karena pada 2010 lalu, perolehan SHU mencapai 38,660 miliar (8,80 persen), dan 2011 mencapai Rp45,705 miliar (18,22 persen).

‘’Penyerapan tenaga kerja (Pengurus, Pengawas, Majager dan karyawan) dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 sebanyak 30.200 orang, tahun 2011 naik menjadi 30.604 orang (1,34 persen), dan tahun 2012 naik menjadi 31.388 orang (2,56 persen). Yang jelas, bertambahnya jumlah penyerapan kerja ini, seiring dengan semakin bertambahnya jumlah koperasi kita di daerah ini,’’ ungkapnya.

Rusdi menambahkan, untuk lembaga keuangan mikro (KSP/USP Koperasi dan KJKS), tahun 2012 tercatat sebanyak 2.551 unit (13,38 persen), dengan jumlah anggota mencapai 523.272 orang (26,98 persen). Jumlah asset mencapai Rp1,102 triliun lebih (235,98 persen), dan volume usaha mencapai Rp1,065 triliun lebih (92,14 persen). Sedangkan untuk modal sendiri, sebesar Rp462,030 miliar (292,79 persen), dan modal luar sebesar Rp595,503 miliar (161,74 persen), serta perolehan SHU mencapai Rp50,782 miliar (156,60 persen).(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply