Inflasi Gabungan Mataram-Bima 0,49 Persen

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Berdasarkan hasil pemantauan BPS NTB pada Desember 2012, laju inflasi gabungan Kota Mataram dan Kota Bima mencapai 0,49 persen. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan pada kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen.

‘’Laju inflasi gabungan Kota Mataram dan Kota Bima tahun kalender (Desember 2012 – Desember 2011) mencapai 3,99 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun (Dssember 2012 – Desember 2011) mencapai 3,99 persen,’’ kata Kepala BPS NTB, H Soegarendra di kantornya, Rabu (02/1).

Soegarendra mengatakan, kelompok yang mengalami kenaikan indeks pada Desember 2012 yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,56 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,55 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,44 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,18 persen. sedangkan penurunan indeks terjadi pada kelompok sandang sebesar 0,08 persen.

Jika dirinci menurut kota-kota indeks harga konsumen (IHK) di NTB, Kota Mataram mengalami inflasi pada Desember 2012 sebesar 0,46 persen dan inflasi tahun kalender (Desember 2012 – Desember 2011) sebesar 4,10 persen. Kota Bima mengalami inflasi pada Desember 2012 sebesar 0,54 persen dan inflasi tahun kalender (Desember 2012 – Desember 2011) sebesar 3,61 persen.

Dari 66 kota yang menghitung IHK, lanjut Soegarendra, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 2,57 persen dan terendah di Kota Kendari sebesar 0,02 persen.

Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dari lima kota yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi, yakni Kota Kupang sebesar 1,54 persen, Kota Maumere sebesar 0,86 persen, Kota Denpasar sebesar 0,58 persen, Kota Bima sebesar 0,54 persen dan Kota Mataram sebesar 0,46 persen.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply