TPK Hotel Merosot 1,92 Persen

Kepala BPS NTB, H Soegarendra. Dok/Lomboktoday.co.id

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di NTB pada Nopember 2012 lalu merosot 1,92 persen dari bulan sebelumnya, dengan TPK 53,05 persen menjadi 51,13 persen. Merosotnya TPK hotel berbintang ini, kemungkinan disebabkan karena berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan pada bulan tersebut.

‘’Sesuai kelas hotel, TPK hotel tertinggi dicapai oleh hotel bintang empat yakni sebanyak 17.182 orang, diikuti hotel bintang tiga sebanyak 7.152 orang, hotel bintang satu sebanyak 3.128 orang, hotel bintang lima sebanyak sebanyak 2.932 orang. Sedangkan TPK terendah terjadi di hotel bintang dua yakni sebanyak 1.762 orang,’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, H Soegarendra di kantornya, Rabu (02/1).

Soegarendra mengatakan, jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang pada Nopember 2012 lalu mencapai 32.156 orang, terdiri dari 26.845 orang (83,48 persen) tamu dalam negeri (domestik) dan 5.311 orang (16,52 persen) tamu asing (mancanegara).

Bila dibandingkan pada Oktober 2012 lalu, dengan jumlah tamu yang menginap sebanyak 35.090 orang, terdiri dari 7.744 orang tamu dalam negeri (domestik) dan 27.346 orang tamu asing (mancanegara). Maka, jumlah tamu menginap pada Nopember 2012, mengalami penurunan sebesar 8,36 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan Nopember 2011 lalu, yang mencapai 29.078 orang, terjadi peningkatan sebesar 10,59 persen.

Para tamu hotel berbintang itu, kata Soegarendra, rata-rata lama menginap (RLM) pada Nopember 2012, sebanyak 2,57 hari. Sehingga, mengalami kenaikan 0,01 hari jika dibandingkan dengan RLM pada Oktober lalu yang mencapai 2,56 hari. RLM tertinggi dicapai oleh hotel berbintang lima, yakni mencapai 3,18 hari dan terendah pada hotel berbintang satu mencapai 1,58 hari. Tapi, bila dibandingkan dengan RLM Nopember 2011 lalu yang mencapai 2,75 hari, mengalami penurunan sebesar 0,18 hari.

‘’Secara umum, RLM tamu asing lebih tinggi dibandingkan RLM tamu dalam negeri. RLM tamu asing mencapai 3,44 hari, sedangkan RLM tamu dalam negeri sebesar 2,40 hari,’’ ungkapnya.

Soegarendra menjelaskan, untuk TPK hotel non berbintang pada Nopember 2012 lalu mencapai 30,88 persen. Ini naik 1,26 point dibandingkan TPK pada Oktober lalu yang mencapai 29,62 persen. TPK tertinggi sesuai kelompok kamar, dicapai oleh kelompok kamar 10-24 yakni mencapai 32,63 persen, kemudian diikuti oleh kelompok kamar 25-40 mencapai 31,79 persen, dan TPK terendah dialami kelompok kamar lebih  dari 40 yakni hanya sebesar 17,14 persen.

Sedangkan RLM pada hotel non berbintang mencapai 1,76 hari. Ini mengalami kenaikan sebesar 0,09 hari dibanding keadaan bulan sebelumnya yang mencapai 1,67 hari. Tapi, bila dibanding RLM pada Nopember 2011 lalu yang mencapai 1,92 hari, maka terjadi penurunan sebesar 0,16 hari. RLM tertinggi dicapai kelompok kamar lebih dari 40 yakni sebesar 2,19 hari dan terendah pada kelompok kamar kurang dari 10 yakni sebesar 1,61 hari.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply