Rampung Pengerjaan Rumah Korban Eks Banjir Bandang

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah merampungkan pengerjaan perbaikan dan penanganan rumah bagi korban eks banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan, yakni Sembalun dan Sambelia.

Jumlah rumah milik warga yang mengalami kerusakan di dua kecamatan itu, mencapai 493 unit, termasuk di dalamnya perbaikan rumah tidak layak huni. Dari 493 unit itu, sebanyak 203 unit berada di Kecamatan Sembalun dan 290 unit berada di Kecamatan Sambelia.

Sebanyak 203 unit di Kecamatan Sembalun itu, dirincikan sebanyak 97 unit rumah tidak layak huni, dan sebanyak 106 unit rumah bagi korban eks banjir sebanyak. Sedangkan di Kecamatan Sambelia yang sebanyak 290 unit itu, dirincikan sebanyak 209 unit untuk tidak layak huni dan 81 unit rumah bagi korban bencana.

‘’Yang jelas, untuk pembangunan maupun perbaikan rumah kumuh bagi korban bencana di dua kecamatan yang menjadi korban banjir bandang telah selesai dikerjakan,’’ kata Juru Bicara Pemkab Lotim, Iswan Rachmadi kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (03/1).

Iswan Racmadi mengatakan, dari ratusan unit rumah yang menjadi target diselesaikan di lokasi eks banjir bandang itu, terdapat sebanyak delapan unit rumah yang lokasinya di Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, itu saat ini masih finishing. Tapi, secara prosentase penanganan perbaikan rumah untuk korban bencana banjir bandang tersebut, sudah rampung dilakukan. Ini sesuai dengan waktu yang telah diberikan oleh Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy yakni tanggal 28 Desember 2012.

‘’Yang belum rampung itu perbaikan rumah kumuh saja, tapi sekarang dalam tahap penyelesaian. Sedangkan untuk korban bencana, saat ini sudah diselesaikan,’’ ungkapnya.

Iswan Rachmadi yang juga mantan camat Sikur ini menjelaskan, dalam penanganan perbaikan rumah bagi korban bencana di dua kecamatan di Lotim tersebut, tidak terlepas dari peran serta dan bantuan dari anggota TNI bersama masyarakat di dua kecamatan itu. Meski rampungnya pengerjaan itu, tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya, yakni pada akhir Agustus 2012 lalu. Karena, terdapat kendala tekhnis yang ditemukan di lapangan saat dilakukan pengerjaan tersebut.

Mengenai masalah sarana prasarana infrastruktur, lanjutnya, seperti jalan maupun jembatan yang rusak, dalam tahap penyelesaian. Karena, dalam pengerjaan itu adalah ranahnya Pemprop dan Pemkab Lotim. ‘’Masyarakat sudah menempati dan menikmati rumahnya yang telah selesai dikerjakan bersama keluarganya, apalagi dengan datangnya musim hujan,’’ ujarnya.(sr)

Kirim Komentar

Leave a Reply