TGH Mahmud Yasin Tutup Usia

DIKAFANI : Jenazah TGH Mahmud Yasin , QH saat dikafani oleh para tuan guru di rumah duka, Lendang Kekah, Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Loteng, Sabtu (05/1). Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID Innalillahi wainna ilaihirojiun 3x. Nahdlatul Wathan (NW), yang merupakan organisasi Islam terbesar di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini tengah berduka cita. Salah seorang pejuang NW, TGH Mahmud Yasin, QH., meninggal dunia di RSU Mataram, sekitar pukul 14.00 Wita, pada Sabtu (05/1). TGH Mahmud Yasin yang juga Dewan Mustasyar NW, meninggal dunia di usia 65 tahun, lantaran mengidap suatu penyakit.

‘’Terus terang kami merasa sangat kehilangan sekali atas wafatnya Kak Tuan (TGH Mahmud Yasin, Red),’’ kata adik kandung almarhum, Abdul Fatah Yasin, QH., kepada Lomboktoday.co.id disela-sela acara layatan di kediaman almarhum, di Lendang Kekah, Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Loteng, Sabtu (05/1).

Jenazah almarhum kini masih disemayamkan di rumah duka, di Lendang Kekah, Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Dan rencananya, almarhum akan dimakamkan di pemakaman khusus keluarga yang berlokasi di lingkungan Ponpes Ishlahul Ummah NW Lendang Kekah, Minggu sore (06/1), sekitar pukul 14.00 Wita.

Kepergian Dewan Masyaikh Ma’had NW Anjani ini, tak hanya membuat pihak keluarga merasa kehilangan, tapi juga semua santri-santriwati Pondok Pesantren Ishlahul Ummah NW Lendang Kekah. Sebab, TGH Mahmud Yasin merupakan pendiri sekaligus Ketua Umum di Ponpes tersebut. ‘’Kami bersyukur, wafatnya Kak Tuan ini setelah putra dan puterinya sudah pulang dari Makkah Al-Mukarramah,’’ ungkap Fatah.

Dari pantauan Lomboktoday.co.id di kediaman almarhum, terlihat kediaman almarhum bagaikan lautan manusia. Ratusan tuan guru, para alim ulama, pejabat, serta masyarakat umum dari berbagai penjuru, berdatangan untuk sama-sama melayat sekaligus menyalati almarhum. Hadir juga Bupati Lombok Barat, DR H Zaini Arony bersama. Diperkirakan saat pemakaman nanti, ribuan orang dari berbagai penjuru Pulau Lombok, akan memadati tempat peristirahatan terakhir almarhum.

Almarhum meninggal dunia dengan meninggalkan seorang ibu tercintanya (Inaq Mahmud), seorang isteri tercintanya, dua orang putri,  satu orang putra dan empat orang cucu. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggal tetap tabah. Amin Ya Rabbal Alamin.(ar)

Responses (12)

  1. selamat jalan
    guru besar,pejuang dan pendiri podok pesantren islahul ummah, semoga amal ibadah di terima allah swt. kami para alumni akan berjuang dan akan tetap mengingat petuah dan nasihatmu.
    terima kasih atas segala nasihat dan ajaran yang telah diberikan.

  2. “sungguh kami Desa Sukaraja kehilangan” semoga dengan Kepergian Beliau memiliki hikmat tersendiri, bagi keluarga, Keluarga Besar Ishlahul Ummah khususnya, Nahdlatul Wathan Umumnya.

  3. innalillahi wainnailaihirajiu’un…
    selamat jalan guru tercinta kami, penyemangat kami, petuah engkau kami akan junjung tinggi. semoga amal ibadah engkau di terima di sisi allah SWT. amin…..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *