20 TKW dan 1 WNI Sakit Dipulangkan

DUBAI, Lomboktoday.co.id—Pihak KJRI Dubai kembali memulangkan 13 orang TKW ke tanah air. Pemulangan yang dilakukan pada Kamis lalu (03/1), merupakan periode pemulangan yang pertama kalinya di awal tahun 2013. Proses hukum, penyelesaian kasus dan administrasi permasalahan para TKW tersebut, difasilitasi penuh KJRI dengan kantor imigrasi, kepolisian, pengadilan, agen penyalur tenaga kerja lokal dan majikan di enam Emirat wilayah kerja KJRI Dubai.

Sebelumnya, pada minggu terakhir Desember 2012 lalu, sebanyak tujuh orang TKW dan seorang WNI yang tertimpa musibah sakit serta harus diturunkan di Dubai dalam perjalanan pulang setelah melaksanakan ibadah haji, berhasil pula dibantu permasalahannya dan dipulangkan oleh KJRI Dubai. Pembiayaan keseluruhan tiket pesawat kepulangan bagi 20 TKW dan seorang WNI sakit yang didampingi oleh istri, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah Indonesia melalui KJRI Dubai.

Pemulangan WNI jemaah haji yang sakit asal Sumatera Barat yang bernama Muhammad Zain bin Muhammad Jun dan didampingi sang istri Jalinan binti Mek Ujus, merupakan salah satu keberhasilan upaya Pelayanan Warga (Citizen Service) KJRI Dubai di penghujung tahun 2012.

Hal ini, karena KJRI Dubai kembali berhasil melakukan pendekatan dengan pihak rumah sakit, sehingga mereka membebaskan biaya perawatan yang mencapai jumlah AED 77.938,55 atau sekitar Rp209.259.400. Muhammad Zain harus dirawat selama dua bulan di salah satu rumah sakit di Dubai ‘Rashid Hospital’ sejak 2 Nopember 2012 lalu.

Sementara itu, para TKW yang dipulangkan kali ini berasal dari Jawa Barat, Banten, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya mereka sempat bekerja di Dubai dan lima Emirat lainnya yang merupakan wilayah kerja KJRI Dubai.

Ke-20 TKW itu adalah Renawati binti Saryana Karmadi, Kusrini binti Suherman Casma dan Yayah Rohayati binti Dais Rusdi (Cirebon), Erni binti Neneng Entam, Imas Anah binti Ojek Ibik, Sunemi binti Suryadi Kadut dan Nuhayati binti Aan Arun (Sukabumi), Saidah binti Ejen Juman (Cianjur), Karsina binti Kurdi, Dasmin Jaenah binti Tarwin Sawad, Rumiah binti Nasuha Rasjan dan Masiroh binti Muktar Ahmad (Indramayu), Nuhayati Cucu dan Lela Yuslawati binti Sidin Aep (Garut), Karminah binti Ardi Darya (Subang),  Dede Mutmainah binti Amin Sidik (Tangerang), Biyah binti Rijam Musa (Serang), Hadne binti Samalia Sulaiman (Bima), Lina Lesdiana binti Habil Abbas (Sumbawa), dan Sumaryah binti Lalu Darme Terang (Lombok Tengah).

Acting Konsul Jenderal RI Dubai, Heru Sudradjat, turut melepas kepulangan para TKW tersebut. Heru mengatakan, salah satu tugas utama KJRI Dubai dalam melaksanakan Sistem Pelayanan Warga (Citizen Service), adalah akan selalu berupaya untuk membantu dan memfasilitasi penuh keseluruhan proses hukum dan penyelesaian kasus serta administrasi permasalahan para TKW dengan otoritas terkait setempat di enam Emirat wilayah kerja KJRI Dubai, termasuk membantu WNI yang mengalami musibah.

‘’Ini memang bukan sesuatu hal yang mudah dan menjadi rutinitas begitu saja, tapi menuntut suatu upaya yang serius dan kesungguhan dari segenap staf KJRI Dubai, serta dukungan dari masyarakat Indonesia yang menetap di wilayah kerja KJRI Dubai,’’ katanya.

Selain itu, Acting Konjen Heru juga menghimbau agar para TKW yang akan kembali ke tanah air ini dapat menjadikan pengalaman pahit permasalahan mereka bekerja di luar negeri kali ini sebagai pertimbangan untuk berpikir ulang jika mereka ingin kembali bekerja ke luar negeri di masa yang akan datang.

Walaupun sebagian besar dari mereka sebelumnya pernah bekerja tanpa masalah sebagai PLRT di negara lainnya, akan tetapi tidak ada jaminan mereka akan selalu lancar bekerja tanpa masalah di negara baru lainnya. Pengalaman pahit ini hendaknya disampaikan kepada para saudara, kerabat atau teman di kampung halaman untuk menjadi pelajaran bagi mereka.

Ke-20 TKW ini sebelumnya telah berada di penampungan sementara KJRI Dubai dengan kurun waktu yang bervariasi antara 3 minggu hingga 3 bulan. Mereka berada di penampungan KJRI Dubai karena sebelumnya datang meminta bantuan ke KJRI Dubai setelah kabur dari majikan.

Alasan mereka yang kabur kali ini adalah karena beban kerja terlalu berat, tidak digaji, difitnah, diperlakukan semena-mena, majikan cerewet, mengalami tindak kekerasan dari majikan, diusir majikan maupun bermasalah dengan sesama pekerja yang berdeda negara. Majikan mereka berasal dari warga asli PEA, Palestina, Iran, Mesir dan India.

Sebagian besar TKW yang dipulangkan kali ini sebelumnya pernah bekerja di luar negeri, yaitu Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Malaysia, dengan kurun waktu antara 2 hingga 6 tahun. Selain itu, beberapa dari mereka juga masih ada yang dipalsukan umurnya oleh oknum agen tenaga kerja di Indonesia. Mereka memiliki perbedaan umur yang lebih muda maupun lebih tua antara yang dicantumkan di paspor dengan umur asli mereka.

Para TKW yang dipulangkan kali ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas segala bantuan dan perhatian yang telah diberikan oleh KJRI Dubai. Mereka menyatakan bahwa selama berada di penampungan sementara KJRI Dubai telah diperlakukan dengan sangat baik dan dipenuhi berbagai kebutuhan pribadi keseharian mereka.

KJRI Dubai senantiasa berupaya untuk melaksanakan Sistem Pelayanan Warga (Citizen Service) yang berpedoman kepada pelayanan dan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) yang bersifat cepat, tepat, murah, ramah, memuaskan, terbuka dan bertanggung jawab. Hal ini termasuk juga pelayanan dan bantuan kepada para TKW. Keberhasilan pelaksanaan Sistem Pelayanan Warga oleh KJRI Dubai tercapai pula karena adanya kerja sama dan koordinasi yang melibatkan seluruh instansi terkait, baik Perwakilan RI di luar negeri maupun berbagai instansi di dalam negeri.(ar/KJRI Dubai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *