Polres Bidik Dugaan SPPD Fiktif DPRD Lotim

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Pihak Polres Lombok Timur sedang membidik dugaan kasus Surat Perintah Perjalana Dinas (SPPD) fiktif di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Terutama pada kasus perjalanan dinas anggota DPRD Lotim ke Kalimantan pada Desember 2012 lalu, karena dinilai menyalahi ketentuan yang ada.

Pihak penyidik Polres Lotim kini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan SPPD fiktif di DPRD Lotim, tentu ini berdasarkan pemberitaan yang dimuat oleh salah satu media cetak mengenai permasalahan dugaan SPPD fiktif tersebut.

Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Yuyan Priatmaja, membenarkan bila pihaknya kini tengah melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus dugaan SPPD fiktif di DPRD Lotim. Karena pihaknya mengetahui dari pemberitaan salah satu  media cetak, sehingga saat ini pihaknya mendalami kasus tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga telah memanggil salah seorang anggota KNPI Lotim sekaligus wartawan yang diajak kunjungan kerja ke Kalimantan oleh DPRD Lotim pada Desember 2012 lalu, yang menggantikan salah seorang oknum anggota DPRD Lotim yang tidak bisa berangkat.

Dari hasil pemeriksaan terhadap salah seorang anggota KNPI Lotim tersebut mengakui bila dirinya menggantikan  salah seorang oknum DPRD Lotim berangkat ke Kalimantan. ‘’Saat ini kami sedang menindaklanjuti masalah kasus dugaan SPPD fiktif di lingkungan DPRD Lotim. Tentu kami menindaklanjuti kasus ini berbekal dengan adanya pemberitaan di salah satu media cetak mengenai indikasi dugaan SPPD fiktif di DPRD Lotim,’’ kata Yuyan.

Mantan Kasat Reskrim Polresta Bima ini menjelaskan, penyidik dalam waktu dekat juga akan memanggil Sekretaris Dewan (Sekwan) dan Bagian Umum DPRD Lotim mengenai permasalahan ini, untuk dimintai keterangan. Karena, yang mengeluarkan uang untuk perjalanan dinas DPRD Lotim, adalah Sekwan DPRD Lotim.

Hal ini dilakukan untuk melihat mengenai pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas bagi anggota DPRD Lotim, apakah sudah  100 persen sudah dilakukan oleh Sekwan DPRD Lotim atau belum. ‘’Setelah Sekwan dan Kabag Umum DPRD Lotim, kami juga akan memanggil pimpinan DPRD Lotim untuk kami periksa,’’ ungkapnya.

Sementara di tempat terpisah, Sekretaris Dewan DPRD Lotim, Mustaan, saat dikonfirmasi mengenai dugaan indikasi kasus SPPD fiktif di DPRD Lotim mengatakan, pihak Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Lotim tidak ada masalah, karena sudah sesuai prosedur dalam pengeluaran SPPD bagi anggota DPRD setempat. ‘’Untuk lebih jelasnya, silakan ke pimpinan DPRD Lotim terkait dengan masalah ini,’’ kata Mustaan singkat.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.