Nelayan Pantai Cemara Libur Melaut

LOBAR, Lomboktoday.co.id—Cuaca buruk, dengan hujan tidak menentu serta gelombang tinggi, membuat nelayan di sepanjang pesisir pantai Cemara, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, harus menghentikan aktifitas melaut mereka, sejak seminggu terakhir.

Mereka takut melaut, karena ancaman perubahan cuaca buruk yang sewaktu-waktu di tengah laut dapat mengancam keselamatan mereka. ‘’Khawatir pak, karena cuaca ini tidak menentu. Bahaya kalau kita lagi di tengah laut, apalagi hujan terus, gelombang tinggi, ditambah lagi petir,’’ kata Mahsun, salah seorang nelayan pantai Cemara yang ditemui Lomboktoday.co.id di pantai Cemara, Selasa (08/1).

Mahsun adalah salah satu dari sekian banyak nelayan di sepanjang pantai Cemara, yang sudah menambatkan perahunya alias tidak melaut sejak seminggu terakhir, karena cuca buruk. Bahkan, sejumlah nelayan pantai Cemara sudah ada yang mulai beralih profesi menjadi tenaga serabutan, seperti buruh panggu di pasar, dan menjadi buruh bangunan untuk menutup biaya hidup sehari-hari mereka. Karena, biasanya cuaca buruk seperti ini akan berlangsung lama. ‘’Temen-temen sudah ada yang beralih profesi menjadi buruh di pasar, dan buruh bangunan,’’ ungkapnya.

Sementara nelayan yang lain Suhaili, mengaku baru tiga hari ini tidak melaut, karena meski cuaca buruk sejak seminggu lalu, ia memberanikan diri melaut, hanya menangkap ikan tidak jauh dari bibir pantai. ‘’Yah mau diapakan lagi, terpaksa pak. Tapi, kita tidak berani jauh-jauh,’’ katanya.

Kondisi ini berpengaruh pada penghasilan Suhaili, yang biasanya sekai melaut memperoleh pengahasilan hingga Rp200 ribu, tapi sejak tiga hari mencoba melaut, hanya cukup untuk makan saja ‘’Kadang Rp30 ribu, kadang Rp20 ribu, sedikit mas cukuplah untuk makan,’’ ungkapnya.

Nelayan berharap dalam kondisi seperti ini, bantuan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, dengan pinjaman modal, karena dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit nelayan di tempat ini harus berhutang pada rentenir.(hz)

Kirim Komentar

Leave a Reply