NTB Kecipratan Rp37,046 M

MATARAM, Lomboktodayo.id—Tahun 2013 ini, Nusa Tenggara Barat (NTB) kecipratan dana APBN dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp37.046.100.000 (dibulatkan Rp37,046 miliar).

Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan mengatakan, dari anggaran Rp37.046.100.000 itu, sebesar Rp15.771.960.000 dari Alokasi Dana Khusus (DAK) dialokasikan untuk revitalisasi pasar. Melalui dana tugas pembantuan, NTB mendapatkan alokasi untuk pasar percontohan di Kabupaten Dompu sebesar Rp10 miliar, revitalisasi pasar tradisional di Kota Mataram sebesar Rp3 miliar, dan Kabupaten Bima sebesar Rp5 miliar. Sehingga, total anggaran untuk program revitalisasi pasar tahun 2013 ini mencapai Rp33.771.960.000. Dan sebesar Rp3.247.140.000 itu, dialokasikan untuk program Resi Gudang di Kabupaten Dompu.

‘’Kami berkomitmen agar pasar yang direvitalisasi ini dapat berjalan dengan baik, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat di sekitarnya. Selalu dijaga dan dipelihara oleh para pengguna pasar, terutama pedagang dan konsumen. Karena, jika dirawat dengan baik, kami yakin pasar akan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,’’ kata Mendag Gita Wirjawan.

Karena menurut Gita Wirjawan, revitalisasi pasar tradisional, setidaknya akan mampu meningkatkan transaksi jual beli, sekaligus memperkuat ekonomi rakyat.

Sementara itu, pada Selasa lalu (08/1), Mendag Gita Wirjawan berkunjung ke pasar tradisional Brang Biji di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, NTB. Pasar yang dibangun di atas lahan seluas 5.000 m2 itu, mendapat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan tahun 2011-2012 sebesar Rp2.084.140.000 dengan 10 persen sharing kontribusi dari APBD Kabupaten Sumbawa.

Dimana, pasar Brang Biji ini meliputi 46 unit kios permanen, 13 unit kios sederhana, los pasar 15 unit, dan pedagang bakulan sebanyak 130 orang, unit kantor pengelola pasar dan unit pos jaga.

‘’Pasar Brang Biji telah diperbaiki infrastruktur dan manajemennya mencakup penataan area di dalam pasar seperti zona antar pedagang, perbaikan fisik bangunan, sirkulasi udara, sanitasi, fasilitas pedagang dan pembeli, penanganan sampah, serta penanaman pohon agar pasar menjadi teduh. Dengan mempertahankan pola tawar-menawar serta mudahnya mendapatkan bahan belanjaan menjadikan revitalisasi pasar tradisional akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Sumbawa,’’ ungkapnya.

Mendag berpesan, agar pasar tersebut juga dapat dilengkapi dengan CCTV, untuk memantau aktivitas perdagangan dan mengoptimalkan monitoring, evaluasi transaksi perdagangan serta sebagai alat keamanan di pasar. Pasar juga sebaiknya dilengkapi dengan Pohon Trembesi, agar menjadi hijau dan rindang, sehingga membuat nyaman masyarakat yang bertransaksi di pasar.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply