BBM Bersubsidi Wajib Dikendalikan

JAKARTA, Lomboktoday.co.id—Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo menekankan agar pengendalian BBM bersubsidi dapat dilakukan oleh kementerian terkait, untuk menghindari kelebihan kuota 46 juta kilo liter (KL) yang disiapkan tahun ini. Karena, dampak kelebihan kuota BBM ini dapat memberikan ancaman secara fiskal.

‘’Saya dengar dari ESDM, sudah ada satu kajian tentang bagaimana mengendalikan BBM bersubsidi. Tentu kalau seandainya tidak bisa dikendalikan, tidak bisa dibatasi di 46 juta KL, kita perlu melakukan pertemuan untuk membahas itu. Minggu depan akan saya jadwalkan bertemu,’’ kata Menkeu, Agus D.W. Martowardojo, di Jakarta, Jumat (11/1).

Menkeu mengatakan, jika terjadi perubahan pada perencanaan awal mengenai pengendalian BBM bersubsidi ini, dapat dibicarakan sesegera mungkin. Karena, kuota 46 juta KL itu telah menjadi kesepakatan pemerintah dan DPR saat merencanakan anggaran di tahun 2012.

‘’Jadi, kalau sekarang realisasi nggak bisa dijaga, nanti kita pelajari kebijakan-kebijakan yang akan diambil apa dan kenapa sampai nggak bisa jaga di bawah 46 juta KL,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Menkeu telah menyoroti bahwa tidak tertutup kemungkinan penyesualian harga BBM. Namun, Menkeu terus menegaskan bahwa pengendalian BBM bersubsidi merupakan hal yang lebih penting untuk dilakukan.(ar/keu)

 

Kirim Komentar

Leave a Reply