BI Rate Masih Bertahan 5,75 Persen

JAKARTA, Lomboktoday.co.id—Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen. Tingkat suku bunga tersebut, dinilai masih konsisten dengan sasaran inflasi 2013 dan 2014 sebesar 4,5 persen plus minus 1 persen.

‘’Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014, menunjukkan perekonomian Indonesia tumbuh cukup tinggi dengan inflasi yang tetap terkendali dan rendah. Kinerja tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas makro dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia,’’ kata Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dody Budi Waluyo, di Jakarta, Jumat (11/1).

Dody mengatakan, fokus kebijakan BI saat ini, diarahkan untuk mengelola keseimbangan eksternal dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai kondisi fundamentalnya. Ke depan, BI juga akan memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta mempererat koordinasi dengan pemerintah untuk mengelola permintaan domestik, agar sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan eksternal, mencapai sasaran inflasi, dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dody menjelaskan, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui lima pilar kebijakan. Yakni, pertama; kebijakan suku bunga akan ditempuh secara konsisten dengan prakiraan inflasi ke depan, agar tetap terjaga dalam kisaran target yang ditetapkan. Kedua, kebijakan nilai tukar akan diarahkan untuk menjaga pergerakan Rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya. Ketiga, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem keuangan dan mendukung terjaganya keseimbangan internal maupun eksternal.

Sedangkan keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan untuk mengelola ekspektasi inflasi. Dan kelima, penguatan koordinasi BI dan pemerintah dalam mendukung pengelolaan ekonomi makro, khususnya dalam memperkuat struktur perekonomian, memperluas sumber pembiayaan ekonomi, penguatan respons sisi penawaran, serta pemantapan Protokol Manajemen Krisis (PMK).(arbi)

Kirim Komentar

Leave a Reply