Surplus Kinerja NPI 2012

JAKARTA, Lomboktoday.co.id—Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2012, masih mencatat surplus, meskipun mengalami tekanan defisit transaksi berjalan.

Melemahnya permintaan dari negara-negara mitra dagang, dan merosotnya harga komoditas ekspor, berdampak pada menurunnya kinerja ekspor. Di sisi lain, impor masih tumbuh cukup tinggi, terutama dalam bentuk barang modal dan bahan baku, sejalan dengan meningkatnya kegiatan investasi.

‘’Tingginya impor, juga tercatat pada komoditas migas akibat melonjaknya konsumsi BBM, sehingga berdampak pada defisit neraca migas yang terus meningkat dan menambah tekanan pada defisit transaksi berjalan,’’ kata Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dody Budi Waluyo, di Jakarta, Jumat (11/1).

Dody mengatakan, transaksi modal dan finansial mencatat kenaikan surplus yang cukup besar, terutama didukung oleh investasi langsung (PMA) dan arus masuk modal portofolio, baik dalam pasar saham maupun pasar obligasi, yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa sampai dengan akhir Desember 2012 lalu, mencapai 112,78 miliar dolar AS, atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ke depan, kata Dody, Bank Indonesia tetap mewaspadai perkembangan defisit transaksi berjalan dan akan terus mempererat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, agar defisit tersebut menurun ke tingkat yang sustainable, sehingga keseimbangan eksternal tetap terjaga.(arbi)

Kirim Komentar

Leave a Reply