Gedung PAUD Mamba’ul Khair Mulai Dibangun

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID — Pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mamba’ul Khair NW Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, mulai dibangun. Hal itu ditandai dengan dilakukannya peletakan batu pertama oleh Walikota Mataram, H Ahyar Abduh, didampingi Ketua DPRD Kota Mataram, H Muhammad Zaini, Sabtu (12/1).

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mamba’ul Khair, H Ahmad Suhaimi mengatakan, dibukanya PAUD Mamba’ul Khair ini, atas desakan masyarakat sekitar, mengingat belum tersedianya PAUD di wilayah Bertais. Para siswa-siswi PAUD Mamba’ul Khair yang terdiri dari kelompok bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudatul Atfal (RA) ini, berasal dari Kelurahan Mandalika hingga Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

‘’Kami sudah mewisuda sekali di tahun 2012 lalu. Tahun ajaran 2012/2013, PAUD Mamba’ul Khair memiliki 79 orang siswa dengan delapan orang guru, yang kesemuanya berstatus guru swasta,’’ katanya.

Sementara itu, prioritas pembangunan yang dilaksanakan Pemkot Mataram, bukan hanya terfokus pada infrastruktur fisik semata, tapi juga prioritas pembangunan di sektor pendidikan. Karenanya, Walikota Mataram, H Ahyar Abduh menunjukkan perhatiannya dengan memberikan dukungan terhadap pembangunan gedung PAUD Mamba’ul Khair NW Bertais, Kecamatan Sandubaya.

Walikota Ahyar Abduh mengatakan, infrastruktur apapun yang dibangun tidak akan berarti tanpa didukung keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk itu, pembangunan SDM menjadi urutan pertama dalam skala prioritas pembangunan di Kota Mataram.
Sangat penting, kata Walikota, dilakukan upaya-upaya untuk menyiapkan generasi berkualitas sejak dini. Salah satunya, melalui PAUD seperti yang telah dilakukan Yayasan Pondok Pesentren Mamba’ul Khair NW Bertais ini.

‘’Dari PAUD ini, disiapkan anak-anak untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Yayasan Mamba’ul Khair juga jangan berhenti sampai di sini, terus kembangkan jenjang pendidikannya,’’ kata Walikota Ahyar Abduh.

Walikota menjelaskan, kegiatan peletakan batu pertama seperti ini jangan hanya sekadar seremonial semata. Melainkan lebih penting, bagaimana agar semua pihak bisa mensyukuri terhadap segala upaya yang telah dilakukan.(ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *