Walikota Resmikan 100 Rumah Kumuh

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Walikota Mataram, H Ahyar Abduh meresmikan 100 unit rumah tidak layak huni yang telah direhab melalui dana bantuan dari Kementrian Sosial RI.

Prosesi acara peresmian dipusat di Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sanubaya, Kota Mataram, Sabtu (12/1). Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, H Mahmudin Tura.

Walikota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi program prioritas yang dilakukan Pemkot Mataram. Infrastruktur itu berupa jalan, drainase serta perumahan yang layak bagi warga Kota Mataram. Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat sekitar 2.800 unit rumah di Kota Mataram yang tergolong tidak layak huni.

‘’Jumlah penduduk Kota Mataram saat ini sebanyak 406 ribu lebih, setidaknya dibutuhkan 100 ribu rumah bagi seluruh warga Kota Mataram,’’ katanya.

Hanya saja, hingga saat ini baru tersedia sebanyak 80 ribu rumah di Kota Mataram, dimana dari jumlah itu baru terdapat 75 ribu rumah yang dikategorikan layak huni. Artinya, terdapat sekitar 2.800-an rumah-rumah yang terkategori tidak layak huni.

Dari 2.800-an rumah tidak layak huni, baru sebanyak 1.200 rumah yang sudah diperbaiki. Jadi, untuk mengatasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Mataram dalam hal perumahan, Pemkot Mataram telah menggulirkan kebijakan dengan memberikan kemudahan kepada para pengembang untuk membangun unit-unit perumahan.

Hanya saja, kebijakan itu tetap harus dibarengi dengan persyaratan agar penggembang juga menjaga keseimbangan dengan penciptaan ruang terbuka hijau (RTH). Dengan begitu, ketentuan agar tersedia 30 persen RTH di Kota Mataram bisa terpenuhi.

Upaya lain, Pemkot Mataram melakukan singkronisasi program dengan Pemerintah Propinsi NTB dan pemerintah pusat. Hasil singkronisasi itu, ditahun 2013 ini akan dibangun kembali dua twin block atau rumah susun sewa (rusunawa) berlokasi di Turide.

Rusunawa akan dibangun lima lantai dengan dua bangunan. Totalnya terdapat 128 kamar. Rusunawa itu akan memenuhi kekurangan rumah bagi warga Kota Mataram.

Terhadap para pemilik rumah yang telah selesai direhab, Walikota berharap, mereka bisa memeliharanya dengan baik. ‘’Pelihara rumah ini bagus-bagus, karena setiap hasil pembangunan tetap harus dipelihara bersama oleh seluruh masyarakat,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram, Ahmad Wajedi, mengatakan, sebanyak 100 unit rumah telah direhab dengan anggaran dari Kementrian Sosial tahun 2012.

Keseluruhan proyek rehab rumah kumuh menelan anggaran Rp1 miliar dan telah dilaksanakan pada empat kecamatan. Yakni Kecamatan Sanubaya sebanyak 27 unit, Kecamatan Ampenan sebanyak 27 unit, Kecamatan Mataram sebanyak 26 unit, dan Kecamatan Sekarbela sebanyak 20 unit.

Untuk program serupa di tahun 2013, kata Ahmad, masih akan diusulkan dalam bentuk proposal ke Kementrian Sosial RI. Harapannya, Kota Mataram bisa kembali mendapat dana untuk merehab 100 unit rumah kumuh menjadi rumah layak huni.(ar)

Kirim Komentar

Leave a Reply