Kecamatan Bebas BABS Akan Dideklarasikan

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Bappeda Kota Mataram bersama beberapa instansi terkait, seperti Dinas PU Kota Mataram, Dikes, dan BPM Kota Mataram, mengadakan pertemuan membahas program pembangunan bidang Sanitasi di Kota Mataram. Selain itu, rapat koordinasi (Rakor) yang juga dihadiri perwakilan Forum Kota Sehat dan Relawan Kota Mataram ini, mengagendakan persiapan Kota Mataram untuk mendeklarasikan Kecamatan BABS (Bebas Buang Air Sembarangan) dan penyelenggaraan City Sanitation Summit (CSS) XIII.

Assisten II Setda kota Mataram, H Effendi Eko Sasmito, mengatakan, sebenarnya penyelenggaraan CSS XIII biasanya disatukan dengan penyelenggaraan Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKOPSI) tahun ini, yang akan diselenggarakan pada Mei 2013 mendatang. Tapi, karena pada Mei itu, NTB melaksanakan Pemilukada, maka CSS XIII diundur pada September 2013 mendatang. Sedangkan, penyelenggaraan AKOPSI kemungkinan tetap pada Mei, tapi di Jakarta.

‘’Program pembangunan bidang Sanitasi di Kota Mataram, dalam Rakor tersebut sebagai langkah awal dititik beratkan pada pencanangan Kecamatan bebas BABS atau Open Defecation Free (ODF) di Kecamatan Ampenan dan Cakranegara,’’ kata Eko di Mataram, Sabtu (19/1).

Eko mengatakan, dipilihnya dua kecamatan sebagai lokasi pencanangan ODF, lebih disebabkan persentase rata-rata kelurahan di dua kecamatan itu, telah bebas ODF lebih tinggi dibanding kecamatan lain di Kota Mataram.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dr H Usman Hadi mengatakan, dari 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram, sudah 26 kelurahan yang bebas ODF. Dan 2013 ini, ditargetkan 15 kelurahan lagi yang akan bebas ODF.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Cakranegara, H Ahsanul Khalik menjelaskan bila di kecamatannya telah diadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat untuk membuat awiq-awiq yang mengatur tentang BABS.

‘’Seperti di lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, telah diterapkan awiq-awiq bahwa bagi warga yang kedapatan BABS akan didenda Rp5.000 pada saat pengurusan administrasi di lingkungan,’’ katanya.

Sedangkan di Sayang-sayang, katanya, warga yang BABS namanya akan diumumkan di masjid setempat dengan pengeras suara, tentu saja penerapan awiq-awiq ini dilakukan setelah peringatan secara tertulis maupun lisan tidak diindahkan oleh warga yang bersangkutan.(ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.