KPUD Diminta Tak Pakai Sekolah Jadi TPS

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Salah satu cabup Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lotim untuk tidak menggunakan halaman sekolah dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK sebagai lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sebab, sekolah itu milik pemerintah yang harus dijauhkan dari hal-hal bernuansa politik. Karena, diindikasikan rentan terhadap permainan atau kecurangan oleh pihak petugas. Jadi, langkah-langkah antisifasi dan waspada mutlak dilakukan KPUD untuk mencegah permasalahan yang akan terjadi nantinya.

‘’Saya tidak setuju sekolah dijadikan sebagai lokasi TPS, karena saya sudah buktikan ada indikasi permainan dalam pelaksanaan Pemilukada. Apalagi, KPUD selaku penyelenggara Pemilukada kurang begitu peka terhadap berbagai permasalahan yang muncul,’’ katanya kepada wartawan di Selong, Sabtu (19/1).

Menurut Ali BD, acap kali KPUD menyadari permasalahan itu setelah terjadi kompilin. Jadi, tidak ada salahnya, menurut Ali BD, bila KPUD Lotim diingatkan untuk lebih berhati-hati.(sr)

Response (1)

  1. SAYA SANGAT SETUJU DENGAN PERNYATAAN ALKHAER YANG TIDAK BERKENAN TPS BERLOKASI DI SEKOLAH-SEKOLAH

Leave a Reply

Your email address will not be published.