Tak Benar Dasa Utama Telantarkan Jamaah

Direktur Dasa Utama Haji & Umroh, H Dadang Abdullah. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id
Direktur Dasa Utama Haji & Umroh, H Dadang Abdullah. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id
Direktur Dasa Utama Haji & Umroh, H Dadang Abdullah. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Direktur Dasa Utama Haji & Umroh, H Dadang Abdullah menegaskan, tidak benar bila pihaknya dinyatakan telah menelantarkan rombongan jamaah umroh asal Pemkab Lombok Barat. Justeru, pihaknya tidak mengetahui persis keberangkatan rombongan Pemkab Lobar itu ke Jakarta.

‘’Malah saya dapat info dari beberapa tuan guru, bahwa mereka sudah di Jakarta dan siap terbang ke Jeddah,’’ kata Dadang Abdullah kepada Lomboktoday.co.id di kantornya, Senin (28/1).

Bahkan pihaknya mengaku terkejut, pada hari kedua saat berada di Madinah bersama jamaah Dasa Utama, ternyata rombongan Pemkab Lobar tersebut belum tiba. Karena, baru akan tiba di Madinah, esok harinya. ‘’Karena saya diundang oleh beberapa tuan guru, akhirnya saya menyempatkan diri untuk silaturrahim ke tempat pemondokan mereka,’’ ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, kalau rombongan jamaah umroh Pemkab Lobar itu diberangkatkan oleh travel asal Jakarta yang ditunjuk oleh putra bupati, dan bukan oleh Dasa Utama.

Dari pengakuan para tuan guru itu, lanjut Dadang Abdullah, mereka mengeluhkan karena lamanya berada di Jakarta, yakni hampir delapan hari. Dimana, rombongan diberangkatkan ke Jakarta oleh Kabag Kesra Setdakab Lobar, H Akhmad Solihan atas perintah Bupati Lobar, H Zaini Arony.

‘’Ini sebenarnya tidak boleh terjadi. Kami sengsara di Jakarta, belum lagi uang saku Rp3 juta itu, juga tidak jadi kami terima, karena dipakai untuk membayar hotel di Jakarta. Untungnya, kami berenam bertemu dengan Pak H Dadang Abdullah di Madinah, dan beliau memberi kami oleh-oleh berupa satu kotak besar kurma,’’ kata salah seorang tuan guru yang enggan identitasnya dipublikasikan.

Karenanya, lanjut tuan guru ini, secara pribadi ia marah besar bila Dasa Utama dikatakan telah melantarkan jamaah, karena hal itu sama sekali tidak benar.

Di tempat terpisah, salah seorang kadis di lingkup Pemprop NTB, inisial HER yang ikut dalam rombongan Dasa Utama, mengaku nyaman dan puas dengan fasilitas dan layanan yang disuguhkan oleh tim Dasa Utama di Madinah, Makkah dan Jeddah.

‘’Dasa Utama sudah WellArranged dan Schedule on Time, kami sekeluarga merasa puas dan maksimal beribadah. Jadi, apalagi?,’’ katanya dengan nada tanya.

Sementara itu, Direktur PT Al-Fath Jakarta, Bainul Bakar menjelaskan, penundaan keberangkatan semata-mata akibat masalah tekhnis penerbangan. Dan hal ini acap kali terjadi pada semua airlines. Dimana, awalnya group Dasa Utama memesan 65 seats dan akan berangkat dengan regular flight 28 Februari 2012. Tapi, kemudian bertambah menjadi 123 pax (tambahan dari rombongan Pemkab Lobar) yang ingin berangkat bersamaan.

Sehingga, pihak Al-Fath minta ke head office Garuda Airlines extra flight, agar terbang bersama group Al-Fath sebanyak 300 orang sehingga berjumlah menjadi 423 pax. Tapi, mengingat pihak Airlines belum mendapat ijin landing dan take off di Jeddah, sehingga ditunda keberangkatannya.(ar) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.