PNS Tak Berminat Jadi Pol PP

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Para Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di lingkup Pemkab Lombok Timur tidak ada yang berminat untuk ditarik masuk di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lotim. Padahal, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Setdakab Lotim sudah mengajukan permohonan ke Sekda Lotim maupun ke Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat setempat, agar ada PNS yang mau dipindahtugaskan ke Satpol PP.

‘’Kami sudah mengajukan permohonan untuk minta penambahan anggota Satpol PP yang berasal dari PNS, tapi tidak ada PNS yang mau untuk dipindahkan ke Satpol PP,’’ kata Kasat Pol PP Setdakab Lotim, Salmun Rachman kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (29/1).

Pihaknya memaklumi PNS tak berminat pindah ke Satpol PP lantaran beratnya beban tugas yang diemban anggota Satpol PP di lapangan, dan sebagai aparat penegak Perda. ‘’Anggota kami yang sudah jadi PNS, dipindahkan ke dinas atau badan lainnya, bahkan menjadi Sekdes. Tapi, giliran kami yang minta gantinya,  tidak ada PNS yang bersedia ditempatkan di Satpol PP,’’ ungkapnya.

Salmun Rachman yang juga mantan Camat Terara ini menyebutkan jumlah anggota Satpol PP saat ini mencapai 230 orang lebih, dengan rincian PNS sebanyak 45 orang dan status tenaga sukarela sebanyak 185 orang. Dengan jumlah tersebut, tentu masih kurang. Sehingga, pihaknya ingin menambah sesuai dengan jumlah desa/kelurahan yang ada di Lotim mencapai 254 desa/kelurahan.

Apalagi bila dilihat dari pekerjaan Satpol PP setiap harinya, yang sangat padat. Dimana, satu hari membutuhkan sebanyak 45 anggota Satpol PP untuk turun ke lapangan. Belum lagi petugas yang ditempatkan di perbatasan Jenggik dan Sukaraja untuk membantu Pemda menarik retribusi Pandapatan Asli Daerah (PAD).

‘’Satpol PP juga melakukan pengamanan tempat aset Pemda maupun lokasi strategis lainnya, tujuannya untuk menjaga ketentraman dan ketertiban yang dilakukan dengan penuh tanggungjawab,’’ ujarnya.(sr)

Kirim Komentar

Leave a Reply