Segera Dibangun PLTG di Mataram

PRESENTASI: Manager Bidang Perencanaan Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara PLN, Haryadi Krisnianto saat presentasi pada Walikota Mataram, H Ahyar Abduh.
PRESENTASI: Manager Bidang Perencanaan Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara PLN, Haryadi Krisnianto saat presentasi pada Walikota Mataram, H Ahyar Abduh.
PRESENTASI: Manager Bidang Perencanaan Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara PLN, Haryadi Krisnianto saat presentasi pada Walikota Mataram, H Ahyar Abduh.

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara Perusahaan Listrik Negara merencanakan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)  sejauh 31 km yang menghubungkan PLTU Jeranjang di Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Utara dan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) sejauh 3,2 km yang melintasi ujung landasan ex Bandara Selaparang.

Manager Bidang Perencanaan, Haryadi Krisnianto mempresentasikan hal tersebut di hadapan Walikota Mataram, H Ahyar Abduh dan beberapa SKPD terkait di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Selasa (29/1).

‘’Selain itu, kami merencanakan akan membangun PLTG Peaker dengan daya 2×30 MW yang berfungsi menanggung daya listrik Pulau Lombok pada beban puncak setiap harinya disamping keberadaan PLTU Jeranjang yang akan kami tambah daya listriknya menjadi 3×25 MW,’’ kata Haryadi.

Walikota Mataram, H Ahyar Abduh menyarankan untuk mengubah SUTT yang melintasi Kota Mataram menjadi SKTT. Pertimbangan yang mendasari hal tersebut adalah,disamping daerah sepanjang pantai Ampenan telah masuk dalam rencana pembangunan dan pemanfaatan daerah pinggir pantai, Kota Mataram merupakan kota yang memiliki kepadatan dan dinamika pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, sehingga penolakan dari masyarakat kemungkinan besar akan terjadi.

Mengenai pembangunan PLTG Peaker, lokasinya akan dibangun di daerah Arya Banjar Getas, Selatan kali ancar. Rencananya, lahan seluas 11 ha akan dibebaskan dan kemudian akan dibangun jeti sejauh 200 meter sebagai tempat sandar kapal tanker pengangkut BBG dari Jawa.

Dengan beberapa saran dan masukan baik dari Walikota dan SKPD terkait, Haryadi berjanji akan segera mendiskusikan dengan pihaknya dan kemudian mengkoordinasikan dengan Pemerintah Kota Mataram.(ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *