Segera Digelar Perkara Kasus Dugaan SPPD Fiktif

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Polres Lombok Timur segera menggelar perkara kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif DPRD Lotim tahun 2012. Sebab, hasil dari gelar perkara itu, nanti akan diputuskan, apakah kasusnya dilanjutkan atau dihentikan.

‘’Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan gelar perkara kasus dugaan SPPD Fiktif DPRD Lotim saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan pada Desember 2012 lalu,’’ kata Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Yuyan Priatmaja kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (30/1).

Yuyan menjelaskan, jika nanti dalam gelar perkara itu ada ditemukan indikasi terjadinya tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan administrasi saat melakukan penjalanan dinas bagi anggota DPRD Lotim, maka pihaknya tetap akan menindaklanjuti dan memproses kasus tersebut sesuai aturan main yang ada. Tapi, jika tidak memenuhi unsur pidana yang menyebabkan adanya kerugian negara, maka tentu pihaknya tidak bisa melanjutkan untuk memproses kasus tersebut.

Yang jelas, saat ini pihaknya sudah melengkapi berkas dan data yang dibutuhkan dalam melakukan gelar perkara tersebut. ‘’Kuncinya, kasus dugaan SPPD Fiktif ada dalam hasil gelar perkara nanti, karena itu untuk saat ini kami tidak berani memutuskan, apakah kasus ini lanjut atu tidak, kalau
belum dilakukan gelar perkaranya,’’ ungkapnya.

Pada kasus ini, lanjut Yuyan, pihaknya telah memanggil dan meminta keterangan dari beberapa pejabat yang ada di DPRD Lotim terkait persoalan ini. Yakni Pimpinan DPRD Lotim, Sekwan DPRD Lotim Mustaan, Kabag Umum H Afkharuddin dan anggota DPRD Lotim yang tidak berangkat namun mengambil uang perjalanan dinasnya.

Dari keterangan Pimpinan DPRD Lotim kepada penyidik, bahwa anggota DPRD Lotim yang tidak berangkat itu, sudah mengembalikan uang dengan jumlah sesuai SPPD yang ada. Saat pengembalian, sudah ada bukti penerimaan berupa kuitansi.
‘’Untuk perjalanan dinas ke Kalimantan itu, Pimpinan DPRD Lotim memperoleh sebesar Rp8 juta dan anggota DPRD Lotim sebesar Rp7 juta. Jadi, total yang dikembalikan dari anggota DPRD Lotim yang tidak berangkat sebesar Rp23 juta,’’ ujarnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.