Pazhar Diperiksa Polda NTB

H PAZHAR
H PAZHAR
H PAZHAR

MATARAM, Lomboktoday.co.id—H Pazhar, (39 tahun), diperiksa penyidik Unit II Direktorat Reskrim Umum Polda NTB, pada Kamis lalu (31/1). Ia dilayangkan surat pemanggilan pada Jumat lalu (25/1).

Warga Jatisela, Gunungsari, Lombok Barat itu, diperiksa terkait kasus batalnya pemberangkatan calon jamaah umroh yang selenggarakan oleh travel Safana Makkah, pada Agustus 2012 lalu. Dimana, sebanyak 13 orang calon jamaah umroh asal Lombok, batal diberangkatkan, gara-gara tidak mendapatkan tiket pesawat dari Jakarta-Makkah.

‘’Saya diperiksa oleh penyidik Polda NTB sebagai saksi saja,’’ kata H Pazhar kepada Lomboktoday.co.id di kediaman Penasehat Hukumnya, Usef Syarif Hidayat, SH, Sabtu (02/2).

Saat dimintai keterangan tim penyidik, kata Pazhar, dirinya dilontarkan sebanyak belasan pertanyaan. Namun, yang bisa dijawab cuma lima pertanyaan saja. Karena, sebagian besar pertanyaan itu, banyak yang tidak diketahui. Mengingat dirinya baru mulai bekerja selama dua bulan (on the job training, Red), yakni bertugas di lapangan untuk mengantarkan perlengkapan jamaah.

Adapun lima pertanyaan yang bisa dijawab ke penyidik itu, lanjut bapak satu putra ini, diantaranya; terkait mengenai siapa yang membawa calon jamaah, berapa kali menerima uang dari jamaah, mengenai fasilitas yang sudah dipenuhi kepada jamaah, yang bertanggungjawab dalam kasus ini, dan pihak yang merasa dirugikan. Mengenai siapa yang membawa calon jamaah, ungkap pria kelahiran Jatisela, 31 Desember 1973, calon jamaah dibawa oleh Jamidah, yang juga sebagai calon jamaah.

Pazhar mengaku kalau dirinya menerima uang tiga kali sebesar Rp30 juta dari Jamidah. Dari jumlah uang tersebut, sebesar Rp10 juta ditransfer melalui BNI Syariah ke nomor rekening H Bukron, sebesar Rp15 juta diberikan langsung ke H Bukron di SMPN 1 Mataram, dan sisanya Rp5 juta dipergunakan untuk membeli tiket Mataram-Jakarta untuk calon jamaah sebanyak empat orang.

Sedangkan mengenai fasilitas yang sudah dipenuhi kepada jamaah yakni berupa perlengkapan ibadah umroh, tiket Mataram-Jakarta, visa yang sudah tertempel di Paspor calon jamaah.

‘’Sesuai keterangan saya di depan penyidik, mengenai yang bertanggungjawab dalam persoalan ini, saya tidak tahu. Karena, memang saya baru dua bulan bekerja di travel tersebut. Saya baru menangani dua kali pemberangkatan saja,’’ ungkapnya sembari mengakui bila dalam kasus ini, memang calon jamaah yang sangat dirugikan.

Pazhar menjelaskan, masing-masing jamaah menyetor biaya umroh sebesar Rp25 juta per orang, untuk paket Ramadhan. Terkecuali Jamidah, menyetor sebesar Rp35 juta untuk berdua dengan anaknya, bernama Rijal.

‘’Menurut keterangan Pak H Bukron, ia bersedia untuk bertanggungjawab atas masalah ini, dengan cara akan memberangkatkan 2-3 orang calon jamaah setiap bulannya. Dan, akan dimulai pemberangkatkannya pada Maret 2013 mendatang, dan diharapkan bisa selesai pada bulan Ramadhan mendatang,’’ ungkapnya.

Dalam kasus ini, rupanyanya bukan hanya H Pazhar saja yang dipanggil dan diperiksa tim penyidik Dir Reskrim Umum Polda NTB. Melainkan ada satu saksi lain lagi, yakni Aisyah (23 tahun). Warga Turida, Cakranegara, Kota Mataram itu, sejatinya diperiksa pada Selasa lalu (29/1). Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir karena ke Jakarta, dan ia sudah melayangkan surat pemberitahuan. Sehingga, ia akan diperiksa lagi pada Selasa (04/2) mendatang.

‘’Sebenarnya, H Damsiah sudah mempunyai iktikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. itu sebabnya ia mempertemukan para calon jamaah yang batal berangkat itu di rumahnya Suhaini, di Rembiga, pada Jumat sore (01/2) lalu,’’ ujarnya.

Dari pertemuan itu, tambah Pazhar yang dikuatkan Aisyah melalui ponselnya, H Damsiah bersedia untuk mengumrohkan para calon jamaah yang batal berangkat itu secara bertahap, yang dimulai pada Maret mendatang. Bahkan, H Damsiah bersedia untuk menandatangani surat perjanjian di depan notaris untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi, bagi calon jamaah yang tidak bersedia diberangkatkan, diserahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan untuk berurusan dengan H Bukron, selaku bos travel Tayiba dan Safana.(ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *