KPUD-Bawaslu NTB Didemo

ANTI KAMPANYE BUSUK : Massa membentangkan spanduk seruan yang bertuliskan ‘STOP KAMPANYE BUSUK’ saat berorasi di depan kantor Bawaslu NTB. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id
ANTI KAMPANYE BUSUK : Massa membentangkan spanduk seruan yang bertuliskan ‘STOP KAMPANYE BUSUK’ saat berorasi di depan kantor Bawaslu NTB. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id
ANTI KAMPANYE BUSUK : Massa membentangkan spanduk seruan yang bertuliskan ‘STOP KAMPANYE BUSUK’ saat berorasi di depan kantor Bawaslu NTB. Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Puluhan massa yang tergabung dalam PKC PMII NTB dan M.16 menggelar aksi demonstrasi ke kantor KPUD NTB dan Bawaslu NTB, Senin (04/2).

Dengan mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian, massa melakukan long march dari Jalan Pemuda Gomong, Mataram menuju kantor KPUD NTB. Di kantor lembaga penyelenggara Pemilukada ini, massa berorasi sekitar kurang lebih selama satu jam.

Massa menyampaikan aspirasinya untuk mendukung KPUD NTB guna melaksanakan Pemilukada gubernur/wagub NTB, 13 Mei 2013 mendatang, dengan cara yang jujur, adil dan bersih.

‘’Masa kepemimpinan TGB-BM sebentar lagi akan berakhir. Ini berarti bahwa momen Pemilukada akan segera tiba. Sehingga, dalam momen Pemilukada ini, semua pihak harus mengambil peran, dan secara bersama-sama mengawal terlaksananya pesta demokrasi ini dengan menjunjung tinggi semangat demokrasi, sehingga tidak ternodai oleh suasana politik yang tidak sehat,’’ kata Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ali Meno saat berorator di depan kantor KPUD NTB.

Ali Meno menjelaskan, cukup banyak pelajaran yang bisa diambil dari Pemilukada-Pemilukada tahun sebelumnya, terkait persoalan kepartaian, pencalonan, kampanye kandidat sampai pada keberterimaan masyarakat akan kandidat yang terpilih, mesti ujung-ujungnya diwarnai dengan bau konflik di tengah masyarakat.

Saat ini, lanjut Ali Meno, hiruk pikuk politisi, LSM, pemerintah, ormas, mahasiswa/pemuda sampai pada lapisan masyarakat kecil, sudah mulai ikut serta membicarakan tentang bagaimana Pemilukada hari esok. Kendatipun harus disadari, tidak sedikit dari mereka yang sudha penat akan pesta demokrasi yang mereka anggap tidak punya hasil ini.

Usai berorasi di depan kantor KPUD NTB, puluhan massa inipun melanjutkan aksinya dengan long march ke kantor Bawaslu NTB di Jalan Udayana Mataram, dengan tetap mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Sesampainya di kantor Bawaslu NTB, satu per satu para orator berorasi menyampaikan aspirasinya. Intinya, massa meminta Bawaslu NTB untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran atau penyimpangan kampanye dalam Pemilukada gubernur/wagub NTB, baik yang dilakukan oleh para tim sukses maupun cagub/cawagub NTB.

‘’Kejadian-kejadian tak terduga, kerap muncul di tengah kondisi masyarakat yang masih terbelakang di propinsi ini, ketika mendekati Pemilukada,’’ ungkap Koordinator Umum (Kordum) aksi, Taufik Hidayat.

Kejadian-kejadian tersebut, jelasnya, meliputi adanya konflik horizontal antar masyarakat, bahkan isu-isu provokatif pun sering bermunculan, serta tidak sedikit yang mengatakan bahwa ini tanda-tanda mendekati Pemilukada. Begitu juga di tingkat elit politik, tidak jarang diantara mereka yang saling sikut diskreditkan ketika mendekati Pemilukada untuk mengusung kepentingan mereka semata.

‘’Tidak sadar akan kondisi kita yang masih jauh terbelakang, dengan kondisi masyarakat yang masih tidak pasti soal kesejahteraannya. Padahal, harusnya mereka elit politik memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,’’ ujarnya.

Karenanya, tambah dia, ketika berbicara siapa yang mempunyai peran dominan dalam mengawal Pemilukada yang aman, damai dan bersih di NTB?. Tentu, bukan hanya lembaga independen negara seperti KPUD, Bawaslu, Panswaslu dan perangkat lainnya, tapi hal ini adalah tanggung jawab semua pihak.

‘’Pokoknya, sudah sepantasnya kami mengingatkan sedini mungkin kepada lembaga independen Negara yang diberikan kepercayaan oleh UU untuk melaksanakan, mengawasi, menindak tegas dan bertanggung jawab atas Pemilukada NTB yan sebentar lagi akan berlangsung untuk menjalankan perannya masing-masing sesuai foksi dan berani tegas atas apa yang tidak sesuai dengan aturan yang mengingatknya. Yang jelas, kami mendukung terwujudnya Pemilukada NTB yang bersih,’’ tegasnya.

Dan setelah berorasi dengan silih berganti orator, kemudian massa pun membubarkan diri dengan tertib. (ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.