Tambah Ekonomi Keluarga Lewat Lahan Sempit

Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj Suryani Ahyar Abduh saat mengunjungi Kebun Bale Organik di Karang Pule, Mataram.
Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj Suryani Ahyar Abduh saat mengunjungi Kebun Bale Organik di Karang Pule, Mataram.
Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj Suryani Ahyar Abduh saat mengunjungi Kebun Bale Organik di Karang Pule, Mataram.

MATARAM, Lomboktoday.co.id—Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj Suryani Ahyar Abduh mengajak kaum perempuan di Kota Mataram untuk pandai-pandai mensiasati sempitnya lahan pekarangan sebagai potensi menambah ekonomi keluarga.

Hal tersebut diungkapkan istri Walikota Mataram ini saat mengunjungi Kebun Bale Organik di Karang Pule, Mataram, Sabtu (09/2). Karena menurut dia, pemanfaatan pekarangan yang terbatas seperti dilakukan pengelola Bale Organik, M Saefudin Zuhri, memang patut dicontoh.

’’Kegiatan seperti ini, otomatis menambah pedapatan dan ekonomi keluarga. Masyarakat yang melihat, juga bisa terpancing ingin mengikuti menanam di pekarangan rumahnya masing-masing, walaupun lahannya sepit,’’ katanya.

Melihat beraneka ragam tanaman yang tumbuh subur di Bale Organik, Hj Suryani juga merasa bangga, karena di lokasi itu menjadi tempat para kader menimba ilmu. ‘’Kader nantinya bisa mengikuti dan mencontoh di rumahnya sendiri untuk memanfaatkan pekarangannya yang ada,’’ ungkapnya.

Melalui pemanfaatan pekarangan, Hj Suryani berharap para kader PKK maupun kaum perempuan di Kota Mataram secara umum, bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarganya. PKK sendiri terus melakukan pembinaan terhadap para kadernya, selain juga pembinaan bagi para ibu-ibu di Kota Mataram, agar bisa semakin meningkatkan kualitas dirinya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Mataram, H Tridjoko Purnomo mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan PKK Kota Mataram untuk mencari kawasan yang akan dibina menjadi cikal bakal rumah pangan lestari. Tahun ini, sebanyak 8 (delapan) kelurahan akan didanai APBN untuk menjadi lokasi rumah pangan lestari. Anggarannya mencapai Rp40 juta per lokasi.

Pemilihan lokasi dilakukan dengan melihat potensi sumber daya manusia (SDM) yang didukung sumber daya alam (SDA) yang dimilikinya. Hingga saat ini, ke-8 lokasi tersebut masih tahap survey. ‘’Kami akan bekerjasama dengan PKK untuk mencari lokasi yang tepat,’’ katanya.(ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *