3.000 Guru Honorer Tak Terdaftar

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Timur, H Zubaidi menegaskan, jumlah guru honorer tingkat SD, SMP, SMA dan SMK di Lotim yang tidak terdaftar sebanyak 3.000 orang lebih. Mereka menyebar di seluruh sekolah yang ada di Lotim.

Pengangkatan guru honorer yang tidak terdaftar ini, berdasarkan kebijakan kepala sekolah masing-masing, tanpa adanya persetujuan dari Dinas Dikpora Lotim.

‘’Kami tidak menampik kalau banyak guru honorer yang belum terdaftar, yang pengangkatannya dilakukan atas inisiatif pihak kepala sekolah,’’ katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/2).

Zubaidi menjelaskan, jumlah guru di Lotim yang sudah terdaftar ke pusat, dan masuk kategori K2 diperkirakan sebesar 80 persen dari jumlah yang lulus verifikasi K2 sebanyak 1.800 orang. Dan sampai saat ini, pihaknya masih menunggu hasil dan kelanjutannya, mengingat tugasnya hanya sebatas mengusulkan saja. Sedangkan yang menentukan adalah di Pemerintah Pusat, dengan mengacu dari berbagai criteria penilaian yang telah diatur sebelumnya.

‘’Banyak diantara guru honorer yang ingin dimasukkan dalam daftar, tapi tidak berani dilakukan karena terbentur aturan. Untuk guru honorer yang diangkat oleh kepala sekolah, tentu honornya diambilkan dari dana BOS yang dalam aturan penggunaannya sudah jelas,’’ ungkapnya.

Zubaidi menambahkan, pihak Dinas Dikpora Lotim telah mendata jumlah guru yang ada, agar jumlahnya jelas. Karena, hal ini akan berpengaruh dalam proses sertifikasi guru. Mengingat banyak diantara guru yang tidak memperoleh tunjangan sertifikasi guru, lantaran data yang diberikan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam memperoleh tunjangan sertifikasi tersebut.

‘’Banyak kok guru negeri yang bermasalah sertifikasinya, karena gara-gara guru honorer tersebut. Jadi, ini tugas dari Dinas Dikpora untuk segera mengklirkan dengan mendata secara jelas,’’ ujarnya.(sr)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.