3.600 Pengendara Terjaring Razia

Kendaraan roda dua terparkir di halaman belakang Mapolres Lotim, hasil dari kegiatan razia yang digelar Satlantas Polres Lotim.
Kendaraan roda dua terparkir di halaman belakang Mapolres Lotim, hasil dari kegiatan razia yang digelar Satlantas Polres Lotim.
Kendaraan roda dua terparkir di halaman belakang Mapolres Lotim, hasil dari kegiatan razia yang digelar Satlantas Polres Lotim.

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lotim berhasil menjaring sebanyak 3.600 pengendara kendaraan bermotor (ranmor) roda dua maupun pengemudi roda empat, yang tejaring dalam razia selama Januari-Februari 2013, di wilayah hukum Polres Lotim.

Yang paling banyak terjaring adalah kendaraan bermotor roda dua, karena para pengendara itu melanggar peraturan lalu lintas di jalan raya dan tidak melengkapi surat kendaraannya, seperti tidak membawa Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), maupun kelengkapan lainnya.

‘’Memang benar, selama kami melakuka razia, sudah terjaring ribuan pengendara, dan langsung diberikan sanksi tegas berupa tilang,’’ kata Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Eliantoro J., kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (15/2).

Eliantoro menjelaskan, dari sekian ribu jumlah pengendara yang ditilang saat menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya, yang paling banyak terjaring adalah mereka yang berasal dari Loteng dan Mataram. Rata-rata yang paling banyak pelanggarannya karena tidak menggunakan helm saat berkendara di jalan raya, dan langsung diberi sanksi berupa tilang untuk mengikuti persidangan di PN Selong setiap hari Jumat.

‘’Setiap hari Jumat, halaman PN Selong penuh oleh masyarakat yang melakukan sidang pelanggaran lalu lintas, dengan jumlah ribuan orang. Kegiatan operasi atau razia yang sebelumnya akan berakhir, tapi kembali ditingkatkan sesuai perintah dari atasan,’’ ungkapnya.

Mantan Kasat Lantas Polres Sumbawa Barat ini menambahkan, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya agar masyarakat yang masuk ke Kota Selong ini, tertib berlalu lintas, mengingat Kota Selong masuk dalam kawasan kota tertib lalu lintas, setelah itu baru di tempat lain.

Pihaknya juga sudah meminta pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Lotim untuk menambah pemasangan rambu-rambu lalu lintas di jalur satu. Tujuannya untuk memudahkan dalam mengambil tindakan tegas bila ada masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas. ‘’Meski sudah ada larangan, tapi masih saja ada masyarakat yang melanggar jalur. Ini yang sangat kami sayangkan, sehingga harus diberikan efek jera agar tidak mengulangi perbuatan melanggar peraturan lalu lintas,’’ ujarnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.